Berita Pangkalpinang

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Wisuda 168 Sarjana 

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung menggelar wisuda sarjana ke V tahun 2019

STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Wisuda 168 Sarjana 
bangkapos.com/Agus Nuryadhyn
Pemindahan kuncir Wisudawan dilakukan Ketua STKIP Muhammadiyah Babel Dr H Asyraf Suryadin 

BANGKAPOS. COM,  BANGKA -- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Bangka Belitung menggelar wisuda sarjana ke V tahun 2019, diawali dengan Sidang Senat Terbuka berlangsung, Sabtu (30/11).

Acara yang berlangsung di Lantai 4 Gedung STKIP Muhammadiyah Babel Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah dihadiri Gubernur Babel Dr H Erzaldi Rosman,  Kasubbag Kelembagaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II

Sobri SE MSi mewakili LL Dikti, Anggota Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof Sutrisno, Badan Pembina Harian STKIP Muhammadiyah Babel  H Fadillah Sabri, Kepala pelayanan Bank Sumsel Babel Syariah Pangkalpinang 

Abang Setiady,  mewakili Pemkot Pangkalpinang H Hasan Rumata,  mewakil Bupati Bateng Victor,  Forkopimda Babel,  Bendahara PWM Babel H Fauza Achmad, PW Aisyiyah Babel Maria SAg serta orangtua wisudawan/wisudawati.

Ketua STKIP Muhammadiyah Babel Dr H Asyraf Suryadin menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan/wisudawati yang telah resmi berhasil menyelesaikan pendidikan formal.

Acara wisuda ke V diikuti 168 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 115 orang dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 53 wisudawan/ti dari Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). 

"Sebanyak 168 wisudawan,  9 di antaranya memperoleh predikat cumlaude atau pujian dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,75 atas nama Kiki Cindiana dari Program Studi PGSD," jelasnya. 

Asyaraf mengemukakan agar alumni STKIP Muhammadiyah harus mampu menjadi motivator. 

Lebih lanjut Asyraf menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun menghasilkan lulusan, semakin hari semakin berat. 

"Berat karena tidak hanya dihadirkan oleh dinamika ilmu pengetahuan atau makin ketatnya penerimaan market terhadap lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, melainkan tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi sendiri guna menjadi lembaga pendidikan terbaik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak para sarjana," ungkap Asyraf. 

Halaman
12
Penulis: agusrya
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved