Berita Sungailiat

Kondisi Keuangan Tak Baik, Pemkab Bangka Kesulitan Lakukan Pembangunan, Ini Saran Ketua DPRD

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar menilai masih banyak yang harus dilakukan Pemkab Bangka untuk pembenahan

Kondisi Keuangan Tak Baik, Pemkab Bangka Kesulitan Lakukan Pembangunan, Ini Saran Ketua DPRD
Bangkapos.com/Riki Pratama
Maskot Kota Sungailiat Tudung saji terlihat ketika masuk menuju komplek perkantoran Pemkab Bangka. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar mendorong Pemkab Bangka untuk mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lain  agar bisa melaksanakan pembangunan,

Ia menilai masih banyak yang harus dilakukan Pemkab Bangka untuk pembenahan, terutama, dari tranportasi jalan dan penerangan jalan.

"Fokus transportasi dan juga pembangunan rumah ibadah, karena saya banyak melihat di daerah lain, pembangunan di daerah, dari jalan, penerangan jalan, hingga penataan kotanya, kita harus mencontoh, mana yang belum ada menjadi ada," ungkap Iskandar kepada Bangkapos.com, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya dari studi banding yang mereka lakukan banyak belajar bagaimana untuk meningkatkan PAD di daerah, dengan menarik investor dan melihat potensi PAD yang bisa dijadikan pendapatan atau pemasukan ke depan.

"Harus diutamakan tranportasi jalan, rumah ibadah, penerangan jalan dan penataan kota, itu yang nyata, berdasarkan hasil studi banding ke daerah lain, karena harus melihat jalan belum ada menjadi ada, karena bila belum ada jalan belum bisa mencapai titik tempuh suatu tempat menjadi tercapai," ungkap Iskandar,

Ia melihat daerah di Pulau Jawa, banyak tempat ibadah seperti masjid, vihara, klenteng, gereja ditata menjadi bagus dan memiliki taman, agar siapa pun yang mengunjunginya menjadi betah untuk berlama-lama.

"Semua ada namanya, alun-alun masyarakat bermain, bersenang-senang disitu, karena disediakan kuliner. Begitu juga di sektor lainya semua ada di Pulau Jawa, jalan, termasuk jalan menuju universitas harus rapi dan indah terang benderang semuanya," harapnya.

Iskandar mengakui, untuk mewujudkan itu,  Pemkab Bangka tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Oleh sebab itu, masing-masing harus mencari jalan keluar, baik itu pihak di luar pemerintah, seperti pengusaha sawit misalnya, harus menyediakan tabungan buat pembuatan jalan melalui CSR, sekian persen untuk membantu pembangunan daerah.

"Kita mendorong sangat mengharapkan pemerintah meningkatkan PAD satunya diantaranya, bagaimana mengajak dan mengundang isnvestor ke daerah. Tujuannya untuk membuka tenaga kerja, pertumbuhan perekonomian mereka harus ambil andil, termasuk upaya lainya yaitu, mencari dana dipusat dengan terus berulang-ulang menjemput pos anggaran yang ada di pemerintah pusat," jelas Iskandar.

Bayar Gaji Honorer Rp 60 M Per Tahun

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved