Berita Bangka Selatan

Kunjungi Dusun Pengkalen Batu, Komisi II DPRD Upayakan Mobiler dan Fasilitas Belajar Terpenuhi

Selain mobiler dan transportasi, setiap hari Sabtu tenaga pengajar harus mengantar-jemput sepuluh siswa

Kunjungi Dusun Pengkalen Batu, Komisi II DPRD Upayakan Mobiler dan Fasilitas Belajar Terpenuhi
bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Pengambilan Gambar Usai Lakukan Pengecekan Pondok Belajar di Dusun Pengkalen Batu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mewakili Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Dian Sersanawati lakukan kunjungan kerja ke Dusun Pengkalen Batu untuk memantau kondisi pendidikan yang ada di sana.

Mengenakan kemeja berwarna Merah, Dian yang didampingi oleh Kepala Desa Ranggung, Matnur bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa Ranggung, Suhardi dan juga Ketua RT 05 Dusun Pengkalen Batu, Rudit tampak melakukan pengecekan terhadap Pondok Belajar yang digunakan sebagai tempat belajar dan mengajar di Dusun Pengkalen Batu.

Ketika melakukan pengecekan, Kepala SD Negeri 12 Payung, Supartini bersama dengan Tenaga Pengajar Pondok Belajar Dusun Pengkalen Batu, Muhammad Guntur juga tampak hadir di lokasi.

Tak hanya mengunjungi Pondok Belajar, Dian juga tampak bercengkerama dengan warga di Dusun Pangkalan Batu yang saat itu sedang bergotong-royong membangun sebuah rumah kayu.

Diwawancarai usai melakukan kunjungan, Dian Sersanawati menyatakan setelah dicek kondisi Pondok Belajar yang berada di Dusun Pengkalen terbilang cukup mumpuni untuk dijadikan sebagai tempat belajar meskipun terdapat beberapa kekurangan.

"Setelah adanya pemberitaan kondisi pendidikan di Dusun Pangkalan Batu, kami melakukan kunjungan sehingga mengetahui kondisi secara langsung," ungkap Dian.

Menurut pengakuan Dian kondisi pondok yang digunakan saat ini sudah cukup baik jika dibanding sebelumnya yang hanya merupakan pondok kayu.

"Kondisinya sekarang syukur Alhamdulillah gedungnya sudah terbilang cukup layak, namun fasilitas yang ada di dalamnya seperti mobiler dan alat belajar belum memadai," tuturnya

Terkait dengan belum adanya fasilitas ini, Dian mengaku akan menyampaikan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan untuk ditindaklanjuti.

Selain mobiler, transportasi lanjut Dian juga menjadi kendala di Dusun Pengkalen Batu karena setiap hari Sabtu tenaga pengajar harus mengantar-jemput sepuluh siswa dengan hanya menggunakan satu sepeda motor saja.

"Transportasi menjadi masalah juga di sini karena jumlah siswa ada sepuluh yang harus diantar, namun motor hanya satu sehingga transportasi yang mampu memuat semuanya sekali jalan itu sangat dibutuhkan," ujar Dian.

Kepada wartawan Dian mengaku akan membicarakan kondisi ini kepada komisi yang berkaitan dengan perhubungan dan perhubungan sehingga ada jalan keluar yang bisa diambil.

"Kita akan usahakan komunikasi terlebih dulu, nantinya kita juga akan upayakan agar pinjam pakai mobil bisa dilakukan sehingga peserta didik bersama pengajar bisa ke sekolah induk dengan aman," tandasnya

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved