Wacana Mendikbud Hapus Ujian Nasional, Dindik Pangkalpinang Masih Menunggu Arahan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sempat melontarkan wacana akan menghapus Ujian Nasional (UN) bagi pelajar yang ingin menamatkan

Wacana Mendikbud Hapus Ujian Nasional, Dindik Pangkalpinang Masih Menunggu Arahan
Bangkapos/irakurniati
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Iwansyah 

Wacana Mendikbud Hapus Ujian Nasional, Dindik Pangkalpinang Masih Menunggu Arahan

BANGKAPOS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sempat melontarkan wacana akan menghapus Ujian Nasional (UN) bagi pelajar yang ingin menamatkan studinya.

Wacana ini disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Iwansyah yang menyatakan masih menunggu arahan dan petunjuk teknis lainnya apabila kebijakan tersebut memang diterapkan kepada pelajar. Dia menyebut, saat ini belum ada kepastian juga mengenai pengganti ujian tersebut dan realisasi dari apa yang disampaikan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan.

"Sampai saat ini belum ada petunjuk. Kalau di daerah, kami sifatnya hanya menunggu keputusan dan realisasinya," pungkas Iwansyah, Minggu (1/12/2019).

Namun, secara pribadi, Iwansyah tidak setuju dengan kebijakan dihapusnya ujian nasional tersebut. Menurutnya, ujian nasional juga dijadikan sebagai pengukur kemampuan siswa. Meski di sekolah-sekolah menerapkan ujian sekolah maupun ujian lainnya, bagi Iwan tetap saja tolak ukurnya tidak bisa melebihi ujian nasional.

"Yang kita pentingkan itu ujungnya, apa itu? Ujian nasional untuk mengukur kemampuan siswa. Kalau dihapuskan, bagaimana mengukurnya dan apakah ada pengganti?," sambung dia.

Dia menyebut, hanya dengan ujian sekolah, bisa saja ada faktor X yang dimainkan oleh pihak-pihak sekolah untuk meningkatkan sekolah tersebut. Iwansyah menuturkan, kredibilitas jika hanya melaksanakan ujian sekolah saja masih bisa dipertanyakan.

"Bisa saja pihak sekolah bermain dengan siswanya, kasih soal-soal harian untuk meningkatkan citra sekolahnya. Faktor X itu bida saja terjadi," katanya.

Sedangkan pada ujian nasional, kata Iwan, minimal faktor kebocoran soal dapat teratasi, sebab yang membuat dan merancang soal bukan pihak sekolah maupun dinas terkait sehingga untuk mengukur kualitas anak dapat dilakukan dengan ujian tersebut.

"Secara pribadi tidak setuju, namun kalau kedinasan kami masih menunggu kebijakan tersebut selanjutnya bagaimana," tutupnya.

(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved