Berita Pangkalpinang

Alexander Fransiscus Minta Kapolda Tuntaskan Kasus Kericuhan Tambang TI di Desa Sijuk

Anggota DPD RI asal Bangka Belitung, Alexander Fransiscus mempertanyakan keseriusan Polda Babel dalam menangani tragedi Sijuk

Alexander Fransiscus Minta Kapolda Tuntaskan Kasus Kericuhan Tambang TI di Desa Sijuk
Bangkapos.com/Hendra
Anggota DPD RI, Alexander Fransiscus. 

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono mengatakan terkait kericuhan penertiban tambang ilegal di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, pihaknya menerima dua laporan polisi.

Dua laporan itu terkait dugaan pengrusakan kendaraan yang dilaporkan oleh Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel dan pembakaran ponton dari perwakilan warga penambangan.

Namun, dari pihak Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel juga melaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan di Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Ketiganya itu kami tangani semuanya, kami tidak ada mendiskriminasi siapa-siapa," jelas  Ari saat dihubungi Posbelitung.co, Senin (2/12/2019).

Ia menjelaskan, untuk LP pengrusakan kendaraan, pihaknya sudah menemukan titik terang dalam hal pengungkapan.

Sedangkan untuk LP pembakaran, jajaran Satreskrim Polres Belitung sudah memeriksa pelapor.

Tetapi dalam hal ini dibutuhkan keterangan dari pihak Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel.

Sedangkan untuk LP penganiayaan karena baru dilimpahkan, sehingga Polres Belitung perlu meminta keterangan kembali dari Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel.

"Kemarin anggota saya sudah ke Pangkalpinang untuk meminta keterangan sari Satpol PP. Karena belum ada kejelasan selama beberapa hari dan yang diperiksa juga tidak ada, maka anggota saya balik setelah itu kami kirim kan surat pemanggilan sebagai saksi," ungkapnya.

Ia mengakui dalam waktu dekat, Polres Belitung akan kembali melakukan pemanggilan kedua terhadap Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kalau untuk pengrusakan sudah jelas ada titik terang. Tapi kalau dari Satpol PP baru dimintak keterangan, belum ada penetapan tersangka," kata Ari. (Ibnu Taufik/Hendra/Dede Suhendar)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved