GAY Bangka (Edo) Ngaku Ladeni Tamu Kebelet Jadi Main Sodok Tapi Tak Puas hingga Kisah ODHA di Beltim

Edo (28) bukan nama sebenarnya mengaku sehari-hari bekerja sebagai penjual jasa atau pemuas nafsu sesama jenis.

GAY Bangka (Edo) Ngaku Ladeni Tamu Kebelet Jadi Main Sodok Tapi Tak Puas hingga Kisah ODHA di Beltim
Humas Polres Jakarta Utara
ilustrasi (foto tak ada kaitannya dengan berita di bawah) 

ODHA kata Gunawan tidak perlu ditakuti dan dikucilkan.

Justru sebaiknya diberi semangat dan terus memotivasi untuk berkarya melakukan hal positif. 

"Jangan jauhi ODHA, jauhi penyakitnya (HIV/AIDS). Buat masyarakat Beltim jangan takut untuk cek HIV di pelayanan (PKM/RSUD) lebih baik tahu sebelum terlambat," ujarnya.

Oknum PNS Dituding Jadi Selingkuhan Suami Tetangga hingga Terbongkar Sedang Hamil, Istri Tua Syok

Jangan Takut

Restu Albelino warga Belitung Timur yang pernah tergabung dalam komunitas peduli AIDS dan narkoba sewaktu masih kuliah di Yogyakarta mengatakan, ODHA membutuhkan dukungan untuk bertahan dan tidak malu berkonsultasi ke pusat kesehatan.

"Kita tak tidak boleh takut juga dengan mereka, karena sepengetahuan saya HIV mudah menular, namun tidak sembarangan juga menularnya, kita juga harus tahu penyebab menular penyakit ini,"  kata Restu.

ODHA kata Restu cenderung menutup diri dengan dunia luar.

Stigma atau pandangan orang terhadap ODHA sudah tersistem tidak baik.

Maka dari itu, jangan kucilkan ODHA tapi justru beri semangat untuk bersosial.

Patut diingatkan lanjut Restu hindari pergaulan tak sehat seperti seks bebas, narkoba, transfusi darah tak steril atau hal-hal lain yang kemungkinan besar berpotensi menularkan virus ini. 

"Tetapi kalau kita support, mereka berusaha bertahan, meskipun mereka tahu obat untuk HIV/ AIDS belum ditemukan, hanya untuk mereka mempertahan kan sistem kekebalan tubuh ODHA," kata Restu.

Hal senada juga disampaikan Devano Sheva Riskianto yang juga warga Belitung Timur.

Siswa kelas 12 SMA  menilai lebh baik mengajak ODHA melakukan hal-hal yang positif yang membangkitkan semangat berprestasinya ketimbang menjauhinya.

"Mem-bully mereka itu tak tepat karena akan menambah beban mereka, yang membuat mereka tidak semangat menjalani hidup bahkan bisa mengarah ke arah negatif bagi mereka sendiri. Menurut saya tidak harus menghidari ODHA, yang harus dihindari itu perilaku penyebab penyakitnya. Jadi kita tetap bisa berteman dengan penderita, bagaimana pun mereka membutuhkan motivasi, support dari kawan, sahabat dan keluarga di lingkungannya," terang pemuda yang tergabung dalam klub sepak bola Qoreka ini (Bangkapos.com/Yuranda/Suharli)

Penulis: Edy Yusmanto (Ero)
Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved