Berita Pangkalpinang

Kisah Janda Pangkalpinang Sembilan Tahun Jadi PSK, Tahu Bahaya HIV Tapi Tak Mampu Redam Hasrat

Rembulan (30) bukan nama sebenarnya mengaku sudah tujuh tahun menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Pangkalpinang.

Kisah Janda Pangkalpinang Sembilan Tahun Jadi PSK, Tahu Bahaya HIV Tapi Tak Mampu Redam Hasrat
kompas.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS, BANGKA -- Rembulan (30) bukan nama sebenarnya mengaku sudah tujuh tahun menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Pangkalpinang.

Ia juga bekerja sebagai pemandu lagu atau LC (ladies club) di sebuah tempat karoke di Pangkalpinang.

Tak hanya jadi LC, Rembulan mengaku kalau dirinya juga memberi service pada pria hidung belang yang menginginkan tubuhnya.

Pekerjaan itu dilakoninya sejak sembilan tahun lalu.

"Sejak saya janda kurang lebih sembilan tahun, menjadi pekerja seks. Saya menikah umur 17 tahun, saya cerai umur 23, " kata Rembulan saat dijumpai bangkapos.com Minggu (1/22/2019) malam.

Dirinya paham betul,  jika seorang pekerja seks komersial punya punya risiko besar. Satu di antaranya adalah terjangkit virus HIV.

Kendati demikan dia juga selalu mewaspadai hal itu, tidak menutup kemingkinan virus HIV menjangkitinya.

Rembulan mengatakan, ada dua cara transaksi seks dengan PSK.

Pertama datang langsung ke lokalisasi, yang kedua mem-booking  PSK yang menjajakan dirinya di luar lokalisasi.

"Berhubunan seks bersiko itu terbagi menjadi dua, langsung dan tidak langsung. Langsung itu seperti lokalisasi. Kalau tidak langsung itu seperti cabe-cabean yang menjajakan dirinya dengan cara gratis, saya boleh dikatakan langsung, " katanya.

Halaman
12
Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved