Limbah Medis Berserakan di Seberang Kantor Kejaksaan Sungailiat, Begini Tindakan Satpol PP

Tim Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka menemukan sampah medis yang dibuang di sembarang tempat.

Limbah Medis Berserakan di Seberang Kantor Kejaksaan Sungailiat, Begini Tindakan Satpol PP - tampak-barang-bukti-berupa-limbah-medis-non.jpg
IST/Achmad Suherman
Tampak barang bukti berupa limbah medis non organik diamankan Tim Satpol PP Bangka
Limbah Medis Berserakan di Seberang Kantor Kejaksaan Sungailiat, Begini Tindakan Satpol PP - tampak-barang-bukti-berupa-limbah-medis-non-orga.jpg
IST/Achmad Suherman
Tampak barang bukti berupa limbah medis non organik diamankan Tim Satpol PP Bangka

Limbah Medis Non Organik Berserakan di Seberang Kantor Kejaksaan Sungailiat, Begini Tindakan Satpol PP

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka menemukan sampah medis yang dibuang di sembarang tempat.

Belum diketahui siapa pelaku yang telah menebar sampah non organik yang dimaksud.

"Orang buang sampah limbah medis, ditaruh di pinggir jalan seberang kantor kejaksaan atau sekitar Simpang Tonghin Sungailiat. Sampah ditaruh di luar bak sampah. Sampah medis ini dak boleh dibuang sembarangan, harus dimusnakan," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, Senin (2/12/2019).

Suherman menyeslakan pihak yang tak bertanggung-jawab membuang sisa atau bekas peralatan medis seperti alat suntik, sarung tangan bekas, botol obat bekas dan sejenisnya.

"Sampah ini berbahaya karena isinya suntikan bekas, obat botol obat bekas," kata Suherman.

Sampah tersebut ditemukan Minggu (1/12/2019) kemarin. Sampah itu kemudian diamankan di Kantor Satpol PP Bangka. Tujuan diamankannya temuan ini karena Pol PP khawatir disalah-gunakan oleh pihak lain.

"Karena takut nanti diambil anak-anak atau orang-orang yang tidak bertanggung-jawab. Terpaksa kita amankan dulu ke Kantor Pol PP.
Kita masih mencari pihak yang membuang limbah kesehatan ini. Jelas ini salah dan dilarang. Karena limbah medis wajib dimusnahkan. Ini melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2005 tentang Tibum. Ancamannya kurungan penjara tiga bulan atau denda 1,5 Juta.

(bangkapos.com/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved