Polaris, Si Bintang Utara yang Paling Terang dan Tak Pernah Tenggelam, Rahasia Alama Semesta
Polaris, Si Bintang Utara yang Paling Terang dan Tak Pernah Tenggelam, Rahasia Alama Semest, Ini Jelasnya
Polaris, Si Bintang Utara yang Paling Terang dan Tak Pernah Tenggelam, Rahasia Alama Semest, Ini Jelasnya
BANGKAPOS.COM -- Anda tentunya pernah melihat langit malam di belahan Bumi Utara.
Ya, Anda akan melihat bintang yang bersinar paling terang.
Bintang itu adalah Polaris, atau dikenal juga sebagai bintang utara.
Jaraknya sekitar 430 tahun cahaya dari Bumi dan merupakan bagian dari konstelasi Ursa Minor.
Menurut Rick Fienberg, seorang astronom dari Harvard, Polaris disebut bintang utara karena lokasinya ada di atas Kutub Utara.
• Kisah Mike Tyson Ketika Penuhi Janjinya untuk Petinju Idolanya Muhammad Ali, Balas Dendam ke Holmes
Bintang Utara ini memiiki sifat sangat unik dan penting bagi petunjuk arah.
Bintang utara tak pernah berpindah tempat, tak pernah terbit, dan tak akan pernah tenggelam.
Polaris tak terbit dan tenggelam
"Jika kita berada di Kutub Utara pada malam hari, saat menengadah ke langit kita akan melihat Polaris tepat di atas kepala," ujar Fienberg.
Menariknya, polaris tak seperti semua bintang lain di langit.
• 16 Tanggal Cantik di Tahun 2020, dari Cocok Buat Jadian, Tunangan, Nikah, Hingga Tanggal Lahiran
Polaris berada di lokasi yang sama sepanjang malam, dari senja hingga fajar, tidak terbit dan terbenam.
Kehadirannya ini membuat orang beranggapan bahwa Polaris adalah bintang paling terang di langit.
Padahal sebenarnya, Polaris adalah bintang ke-48 yang paling terang.
Meski begitu, cahaya yang dipancarkan Polaris sebenarnya 2.500 kali lebih terang dibanding matahari.
Polaris merupakan bintang super raksasa dengan diameter hampir 40 kali lebih besar dibanding matahari, dan massa lima kali lebih berat.
Namun karena bintang utara berjarak sangat jauh dengan Bumi, paparan cahaya yang sampai ke Bumi tak seterang matahari.
• Bukan KDRT, Hotman Paris Blak-blakan soal Tindakan Pria yang Paling Dibencinya, Ternyata soal Hadiah
Bintang Utara dalam navigasi
Dilansir How Stuff Works, Rabu (20/11/2019), Polaris pertama kali dipetakan oleh astronom Claudius Ptolemy yang hidup antara 85 sampai 165 SM.
Lokasi bintang yang dekat dengan Kutub Utara akhirnya menjadi penting dan bermanfaat bagi para navigator.
"Pada malam hari, di Belahan Bumi Utara, jika Anda melihat Polaris, Anda tahu arah mana yang utara. Setelah tahu arah utara, arah lain seperti selatan, timur, dan barat juga akan diketahui," papar Fienberg.
Peran Polaris sebagai petunjuk arah berlaku selama ratusan tahun, termasuk selama Zaman Eksplorasi pada abad ke-15 hingga ke-17 dan beberapa abad kemudian.
• Bantahan Habib Rizieq pada Mahfud MD, Mengaku Sudah Lapor ke Dubes hingga BIN Datang Menemuinya
Fienberg menambahkan, Bintang Utara juga bisa memberi tahu garis lintang.
Sebab, sudut dari cakrawala Polaris sama dengan garis lintang posisi Anda (dalam derajat).
"Namun sebenarnya Polaris tidak berguna sebagai alat bantu navigasi bila kita berada di selatan khatulistiwa. Sebab Polaris turun di bawah cakrawala," terang Fienberg.
(*/Gloria Setyvani Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rahasia Alam Semesta, Bintang Utara yang Tak Pernah Tenggelam"
• Sarwendah Istri Ruben Onsu Ungkap Fakta Baru Setelah Kedekatannya dengan Betrand Peto Banyak Dicibir
• Foto Pernikahan Limbad & Benazir yang Tak Terekspos Terungkap, Istri Kedua Menyesal & Minta Cerai
• Terungkap Ashanty dan Yuni Shara Ternyata Sama-sama Sudah Membuat Surat Wasiat, Ini Jelasnya
• Pedangdut Via Vallen Posting Foto Jadulnya sama Keponakan, Lihat Beda Wajah Via Dulu dengan Sekarang
• Polwan India ini Nyamar Jadi Buruh, Ajak Buronan Nikah, Lalu Menangkapnya Sebelum Upacara Pernikahan
• 10 Fakta Misteri Teriakan Ampun Bude dari Gadis Cilik Surabaya, Kini Diusut Polisi
• Sederet Fakta Camat Unggah Video Panas Bareng Selingkuhan ke WhatsApp, Turun Jabatan Jadi Staf