Berhenti Jadi PNS, Pria Asal Singapura ini Masuk Daftar Orang Terkaya Berkat Game, Segini Asetnya

Fakta-fakta Pemilik Game Free Fire Kaya Raya Setelah Berhenti Jadi PNS, Coba Tebak Berapa Asetnya?

Berhenti Jadi PNS, Pria Asal Singapura ini Masuk Daftar Orang Terkaya Berkat Game, Segini Asetnya
play.google.com
Game Free Fire mengantar pemiliknya masuk deretan orang kaya dunia 

Naiknya Ye sebagai salah satu orang terkaya di Singapura sendiri tak lepas dari meningkatnya pendapatan yang diraup Sea Ltd. di kuartal ketiga tahun ini.

Terungkap Bagian Tubuh Ajun Perwira yang Disukai Jennifer Jill Supit, Pengakuan Suami Lain: Ya Allah

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka pendapatan Sea Ltd. di kuartal ketiga (Q3) 2019 ini meroket tiga kali lipat mencapai 610,1 juta dollar AS.

Pada Q3 2018, Sea Ltd. mendulang pendapatan sebesar 204,9 juta dollar AS.

Sebagian besar pendapatan yang didapat Sea Ltd. disebut berasal dari game Free Fire yang berhasil meraup keuntungan sekitar 1 milliar dollar AS (sekitar Rp 14 triliun) sejak peluncurannya pada 2017 lalu.

Free Fire pun saat ini menjadi salah satu game yang paling banyak diunduh baik di Google Play Store maupun App Store selama 3 kuartal berturut-turut.

Sebelum meniti karir di Singapura, Gang Ye sendiri sempat tinggal dan menetap di China.

Hobi Aneh Sandra Dewi ini Terekspos, Fitrop Minta Tak Emosi, Istri Harvey Moeis: Ketangkep Basah!

Dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Senin (2/12/2019) pada 1990 silam ia kemudian pindah ke Singapura dan melanjutkan pendidikannya ke AS.

Ia juga sempat bekerja di perusahaan agribisnis Wilmar International Ltd. dan pernah menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tepatnya di Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura.

Selain menjabat sebagai Co-Founder Sea Ltd., saat ini Ia juga menduduki posisi Chief Operating Officer (COO) di perusahaan tersebut sejak 2017 lalu hingga sekarang.

Bukan Kecerdasan, 3 Kunci Kesuksesan Para Miliarder

Kehidupan para miliarder selalu menarik untuk ditelisik.

Ini termasuk usaha yang mereka lakukan untuk meraih kesuksesan.

Posisi Indonesia Membaik, Filipina Menjauh, ini Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2019

Sejumlah studi pun dilakukan untuk mengetahui resep kesuksesan orang- orang terkaya tersebut.

Salah satunya adalah studi terbaru yang dilalukan UBS dan PricewaterhouseCoopers (PwC).

Dikutip dari Business Insider, Minggu (17/12/2019), studi tersebut menemukan bahwa kecerdasan bukanlah kunci kesuksesan para miliarder.

Menurut UBS dan PwC dalam laporannya yang bertajuk 2019 Billionaires Report tersebut, ada tiga hal yang menjadi kunci kesuksesan para miliarder.

Pertama, para miliarder memiliki minat yang tinggi untuk mengambil risiko secara cerdas.

Cantik Bak ABG, Penampilan Puspa Dewi 21 Tahun Lalu Jadi Sorotan, Netter Malah Puji yang Sekarang

Kedua, mereka fokus dalam bisnis yang membuat mereka melihat peluang bisnis yang tak dilihat orang lain.

Terakhir, mereka memiliki kegigihan serta keteguhan yang tinggi.

Menurut UBS dan PwC, ketiga sifat ini membentuk apa yang dinamakan "efek miliarder," yakni perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh seorang miliarder berkinerja dua kali lebih baik ketimbang perusahaan-perusahaan lainnya.

Studi itu menemukan, perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh para miliarder menikmati imbal hasil sebesar 17,8 persen sepanjang tahun 2003 hingga 2018.

Ini lebih tinggi dibandingkan imbal hasil indeks saham MSCI AC World Index yang hanya 9,1 persen.

Sarwendah Istri Ruben Onsu Ungkap Fakta Baru Setelah Kedekatannya dengan Betrand Peto Banyak Dicibir

Perusahaan-perusahaan milik para miliarder juga secara konsisten lebih menguntungkan dan berkinerja baik dalam enam tahun setelah melantai di bursa ketimbang perusahaan-perusahaan yang bukan dimiliki para miliarder.

Temuan dalam laporan UBS dan PwC tersebut juga sejalan dengan studi-studi lainnya, yakni para miliarder berpikir dan bekerja dengan cara berbeda dibandingkan orang-orang pada umumnya.

Secara terpisah, studi yang dilakukan peneliti Jerman Rainer Zitelmann menemukan bahwa para pengusaha super kaya memiliki toleransi yang tinggi terhadal frustrasi dan lebih berorientasi detail ketimbang orang-orang lainnya.

"Anda bisa mengatakan bahwa orang-orang kaya cenderung tidak menyenangkan dan tidak gelisah, namun mereka memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, lebih terbuka terhadap pengalaman baru, dan lebih ekstrovert dibandingkan populasi secara umum," kata Zitelmann.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengusaha Asal Singapura Masuk Daftar Orang Terkaya Berkat Game",  dan juga telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Fakta-fakta Pemilik Game Free Fire Kaya Raya Setelah Berhenti Jadi PNS, Coba Tebak Berapa Asetnya?

Bantahan Habib Rizieq pada Mahfud MD, Mengaku Sudah Lapor ke Dubes hingga BIN Datang Menemuinya

Bukan KDRT, Hotman Paris Blak-blakan soal Tindakan Pria yang Paling Dibencinya, Ternyata soal Hadiah

16 Tanggal Cantik di Tahun 2020, dari Cocok Buat Jadian, Tunangan, Nikah, Hingga Tanggal Lahiran

Polaris, Si Bintang Utara yang Paling Terang dan Tak Pernah Tenggelam, Rahasia Alama Semesta

Curhat Siswi SMP Usia 15 Tahun, Jadi Korban Nafsu Bejat Ayah Tiri, Terkuak di Buku Prakarya Korban

Ardi Bakrie Nangis Baca Chat Mikha, Putri Nia Ramadhani ini Mohon Ayahnya Segera Pulang ke Rumah

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved