Curhat Pilu & Kronologi Ibu Muda Ditingal Suami, Malu Punya Bayi Tak Sempurna, Trauma Digigit Tikus

Dina Oktavia (21) ibu muda merawat bayinya yang berkebutuhan khusus seorang diri usai ditinggal suaminya.

Curhat Pilu & Kronologi Ibu Muda Ditingal Suami, Malu Punya Bayi Tak Sempurna, Trauma Digigit Tikus
Surya.com
Curhat Pilu & Kronologi Ibu Muda Ditingal Suami, Malu Punya Bayi Tak Sempurna, Trauma Digigit Tikus 

BANGKAPOS.COM - Kasih sayang seorang ibu sepanjang masa, rupanya itu benar-benar nyata di kehdiupan saat ini.

Perjuangan mulai dari melahirkan hingga membesarkan sang buah hati merupakan jasa yang tak ternilai harganya.

Begitulah yang dilakukan oleh Dina Oktavia (21) ibu muda merawat bayinya yang berkebutuhan khusus seorang diri usai ditinggal suaminya.

Miris memang, sang suami meninggalkan dirinya dan anak mereka lantara malu mempunyai buah hati yang terlahir tak sempurna.

Anak pertama Dina Oktavia, Muhammad Pandhu Firmansyah yang berusia lima bulan divonis mengidap penyakit hidrosefalus.

Berikut curhat pilu, kronologi dan sejumlah fakta ibu muda yang ditinggalkan sumi karena malu mempuanyi bayi yang tak sempurna dirangkum bangkapos.com dari surya :  

1. Awal Mula Suami Tinggalkannya

Dina Oktavia bercerita, sang suami meninggalkannya sejak buah hati mereka diperiksa ke dokter dan mengidap hidrosefalus.

Tak cuma itu, Muhammad Pandhu Firmansyah juga mengalami kerusakan di bagian wajah khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua mata.

Menurut Dina Oktavia, suaminya merasa malu mempunyai anak yang terlahir tak sempurna.

Bahkan, mertua Dina Oktavia juga enggan mengakui keberadaan Muhammad Pandhu Firmansyah yang merupakan cucu mereka.

Muhammad Pandhu Firmansyah, Minggu (01/12/2019). Rumah petak Dina Oktavia di kawasan Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga Kecamatan Gubeng Surabaya" />

2. Pernikahan Sempat Tak Direstui

Dina Oktavia menuturkan, mertuanya dahulu sempat tak merestui hubungan mereka karena Dina berasal dari keluarga kurang berada.

Meski demikian, rintangan itu berhasil dilalui hingga mereka menikah dan memiliki seorang putra Muhammad Pandhu Firmansyah.

3. Suami Minta Urus Cerai

Ditinggalkan sang suami, kini Dina Oktavia menyewa rumah petak berukuran 2 x 6 M bersama sang ibunda.

Sementara sang ayah baru saja meninggal dunia.

"Saya tinggal disini sama ibu saya, bapak saya meninggal Kamis kemarin," kata Dina Oktavia.

Penderitaan Dina pun kian bertambah, saat belakangan sang suami menyuruh dirinya mengurus cerai sendiri.

"Untuk makan sehari hari kadang ada kadang enggak gitu saya harus ngurus cerai sendiri," ucap Dina Oktavia.

4. Kelainan Sejak di Kandungan

Anak semata wayang Dina yang bernama Muhammad Pandhu Firmansyah masih berumur lima bulan.

"Anak saya kelainan sejak dalam kandungan," tutur Dina Oktavia.

Sembari bercerita, Dina terus meneteskan air matanya.

Terutama ketika bercerita sang anak yang mengidap beberapa penyakit.

Karena, selain mengidap penyakit Hidrosefalus, sang anak pun mengalami kerusakan pada bagian wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Dina bercerita, sang anak, Pandhu baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk saluran cairan di kepalanya di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Ini masih rawat jalan," ungkap Dina Oktavia dibalik wajahnya yang nampak sendu itu.

5. Sempat Digigit Tikus & Berharap Bantuan Pemerintah

Rumah petak yang ditinggali Dina Oktavia memiliki suasana yang tak nyaman.

"Saya sewa perbulan lima ratus ribu," kata Dina Oktavia saat ditemui di rumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Menurut Dina, dirinya ingin membesarkan anak semata wayangnya dalam kondisi yang layak.

Hanya saja, kondisi ekonomi memaksa dirinya tinggal di rumah yang sempit bersama ibu kandung dan anak semata wayangnya yang berkebutuhan khusus.

Belum lagi, rumah itu banyak tikus yang berkeliaran. Sehingga, Dina mengaku takut anaknya digigit.

Dina trauma terhadap gigitan tikus. Sebab, kondisi anaknya yang mengidap Hidrosefalus ditengarai lantaran virus tikus.

"Saya waktu hamil dua kali digigit tikus," tutur Dina Oktavia.

Sehingga, ia pun berharap keluhannya itu didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya bahkan Pemerintah Provinsi Jatim.

"Ingin anak saya terjamin. Agar lekas sembuh," imbuh Dina Oktavia.

Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah kondisi yang ditandai oleh ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak

Dilansir dari HelloDokter, otak normal mengandung cairan bening yang diproduksi dalam rongga ventrikel otak.

Cairan ini disebut dengan cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal mengalir dari sumsum tulang belakang ke seluruh otak untuk menunjang berbagai fungsi otak.

Namun ketika jumlahnya berlebihan, ini justru akan mengakibatkan kerusakan permanen jaringan otak yang menyebabkan terganggunya perkembangan fisik dan intelektual anak.

Pembesaran ukuran kepala terjadi karena jumlah produksi cairan serebrospinal berlebih sehingga menekan tengkorak, atau karena cairan serebrospinalnya tidak dapat mengalir dengan baik di dalam otak.

Sebagian besar kasus hidrosefalus pada anak terjadi sejak lahir (cacat lahir bawaan/kelainan kongenital).(Tribunjakarta/surya)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved