Berita Sungailiat

Izin Kontrak Perusahaan Pengerukan Alur Muara Pelabuhan PT Pulomas Diperpanjang Pemkab Bangka

Izin kontrak PT Pulomas Sentosa perusahaan pengeruk alur muara air kantung Pelabuhan Sungailiat akhirnya diperpanjang Pemkab Bangka

Izin Kontrak Perusahaan Pengerukan Alur Muara Pelabuhan PT Pulomas Diperpanjang Pemkab Bangka
Bangkapos.com/Dedi Marjaya
Pengerukan alur Muara Kampung Nelayan Sungailiat menggunakan alat berat

BANGKAPOS.COM,BANGKA--  Izin kontrak PT Pulomas Sentosa perusahaan pengeruk alur muara air kantung Pelabuhan Sungailiat akhirnya  diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Bangka, selama enam bulan kedepan.

Di mana sebelumnya, kontrak PT Pulomas diketahui berakhir pada November 2019 lalu, namun Bupati Bangka Mulkan, mengatakan agar tidak adanya penghentian aktivitas pengerukan selama menunggu hasil beauty contest pelelangan terhadap perusahan yang telah mengajukan untuk melakukan pengerukan di alur tersebut.

"Memang dalam waktu yang mepet tidak mungkin kita baru mau melakukan beauty contest tidak melakukan kontinyu (aktivitas pengerukan) selama enam bulan kedepan,nanti kita lihat, karena ini bicara kepentingan masyarakat, ini kan sambil berjalan sifatnya temporer, sementara, yang penting terfokus supaya aktivitas bisa berjalan dengan baik," ungkap Mulkan kepada Bangkapos.com, Selasa (3/12/2019).

Mengenai kapan hasil dari beauty contest yang dilakukan Pemkab  Bangka selesai, ia mengatakan saat ini masih terus berjalan, dan untuk pajak yang disetorkan selama perpanjangan kontrak dalam waktu enam bulan, tidak mengalami kenaikan, atau masih tetap.

"Kelihatan tidak sesuai dengan mereka lakukan, tetapi akan bahas nanti bersama forkopimda. Harapan kita bahwa ada langkah-langkah, baik itu jangka pendek, menengah dan panjang, menginginkan itu ke mitra," kata Mulkan

Tidak Ada Singkir- Menyingkir

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan beauty contest terhadap perusahaan mana pun yang ingin menjadi mitra pemerintah dalam upaya menanggulangi pendangkalan alur muara Air Kantung, Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, yang sampai saat ini masih dikeluhkan masyarakat.

Menurutnya, tidak ada maksud menyingkirkan dan tersingkir, namun lebih memberikan ruang terhadap perusahaan yang mampu menunjukkan kinerjanya dalam membantu Pemerintah daerah, hasil dari beauty contes tersebut akan diumumkan pada 2020 nanti.

Dalam kesempatan itu, Mulkan juga tidak bisa memberikan keringanan terhadap PT Pulomas berupa pengurangan pajak retribusi yang diajukan perusahaan tambang dari Rp 3.500 perton menjadi Rp 3.000 pertonnya.

"Kita hanya memberikan suatu keringanan hanya 50 persen, diatas itu kita tidak bisa. Ada kenaikan nanti, sesuai keinginan masyarakat, masyarakat mengatakan tidak terlalu maksimal terhadap retribusi pajak diberikan PT tersebut," tegas Mulkan saat itu. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved