NAFSU Dosa (Rembulan) Tak Terbendung Ketika Bertemu Tamu Ganteng dan Gagah hingga CurhatanGay Bangka

Orangnya ganteng, moodnya dapet makan tidak bayar pun tidak apa-apa. Karena semuanya bisa dinegosiasikan dengan baik

NAFSU Dosa (Rembulan) Tak Terbendung Ketika Bertemu Tamu Ganteng dan Gagah hingga CurhatanGay Bangka
blogspot
Ilustrasi (foto ini tak ada kaitannya dengan berita di bawah) 

Meski sempat bahagia di awal pernikahan, kini Rembulan harus menanggungnya sendiri setel;ah berpisah dari suami. 

Jalan pintas pun menjadi pilihan Rembulan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Maklum saja, ada kebutuhan ekonomi untuk dirinya dan anak yang harus dipenuhi.

Tak ayal, wanita panggilan menjadi pilihan Rembulan untuk bertahan hidup di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Sejak saya janda kurang lebih sembilan tahun, menjadi pekerja seks (PS). Saya menikah umur 17 tahun, lalu cerai umur 23 tahun," cerita Rembulan.

CURHAT Janda 20 Tahun Setelah Layani Nafsu Pacar di Semak-semak Berujung Petaka Gegara Sebut Hamil

Hubungan biologis yang dilakukan Rembulan memang beresiko berpotensi penyebaran virus HIV/AIDS.

Bahkan, Rembulan mengaku rela tidak dibayar seusai berhubungan intim jika pemuas nafsu itu memang membuat nyaman. 

"Berhubungan seks berisiko itu terbagi menjadi dua, langsung dan tidak langsung. Langsung itu seperti main di lokalisasi, kalau tidak langsung itu seperti cabe-cabean yang menjajakan dirinya dengan cara gratis. Saya boleh dikatakan langsung," kisah Rembulan.

Menurut Rembulan, sejauh ini dalam pergaulannya belum diketahui ada rekan kerja yang mengidap penyakit atau virus HIV ini. 

Ada kemungkinan lanjut Rembulan penjaja seks dari luar Babel yang membawa virus HIV.

Halaman
1234
Penulis: Edy Yusmanto (Ero)
Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved