Berita Pangkalpinang

Stok Beras Bulog Bangka Menumpuk, Program Bantuan Pangan Non Tunai Disebut Tak Efektif

Bulog Subdiver Bangka, Selindung, Pangkalpinang mengalami kesulitan untuk menyalurkan beras sehingga stok mengalami penumpukan.

Stok Beras Bulog Bangka Menumpuk, Program Bantuan Pangan Non Tunai Disebut Tak Efektif
Bangkapos.com/Yuranda
Suasana gudang bulog Selindung Pangkalpinang, Senin (3/12/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bulog Subdiver Bangka, Selindung, Pangkalpinang mengalami kesulitan untuk menyalurkan beras sehingga stok mengalami penumpukan di gudang bulog Selindung Pangkalpinang.

Hal ini disebabkan, rendahnya penyerapan program bantuan pangan non tunai (BPNT) Bangka Belitung, hanya berkisar 40 persen atau sebesar 120 Ton per bulan.

Sementara cadangan beras medium di gudang bulog Selindung saat ini mencapai 1.200 Ton.

Kepala Bulog Subdivre Bangka Taufi Qurokhmah menyebutkan walaupun khusus disalurkan untuk wilayah Pulau Bangka namun ancaman stok beras membusuk di gudang belum ada.

Secara nasional cadangan beras Bulog saat ini mencapai 2,5 juta ton (dua koma lima juta ton) yang harus segera disalurkan.

"Kondisi Bangka relatif aman karena pasokan beras baru akan datang dari Gudang Bulog pusat. Saat ada permintaan dari bulog daerah sehingga tidak terjadi penumpukan stok beras berlebihan di Gudang Bulog, " kata Taufi Qurokhmah, Senin (3/12/2019).

Program bantuan pangan Non Tunai (BPNT) yang digadang gadang menjadi tembok penyerapan beras bulog, ternyata dalam pelaksanaannya sebagai beras E-Warung belum efektif. E-warung memilih mengambil beras dari penyalur swasta.

Walaupun tidak ada perubahan yang signifikan terkait kualitas maupun harga, dari 200 lebih E-Warung yang ada di Bangka, hanya 40 persen atau 81 E-warung mengambil suplay beras dari Bulog.

"Sementara selebihnya masih memilih pasokan dari penyalur beras swasta, setiap bulannya rata-rata hanya 120 hingga 150 ton, beras bulog yang terserap program BPNT," katanya.

Sedangkan stok beras medium di gedung Bulog subdrive Bangka saat ini mencapai 1.200 ton.

Ia berharap pemerintah melalui Dinas Sosial dapat membantu agar penyerapan Beras Bulog oleh E-warung, disalurkan melalui program BPNT dapat dimaksimal 100 persen, atau setidaknya mencapai 70 persen.

"Saat ini kami masih melakukan pendekatan dengan E-Warung. Sisi kualitas sama dengan beras di pasaran, " tutupnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved