Berita Sungailiat

Tambang Ilegal Beroperasi di Hutan Magrove Dusun Gedong, Tak Tersentuh Aparat Diduga Dibekingi Oknum

Keberadaan tambang ini nyaris tak tersentuh aparat karena diduga ada oknum yang bermain, termasuk sebagai pemasok alat berat ke lokasi.

Tambang Ilegal Beroperasi di Hutan Magrove Dusun Gedong, Tak Tersentuh Aparat Diduga Dibekingi Oknum
Bangka Pos/ Nurhayati
Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Ternyata tak hanya Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka yang marak tambang timah ilegal. Di Wilayah Kecamatan Belinyu Bangka, aktivitas penambangan serupa juga terjadi. Bahkan kawasan mangrove hutan produksi, lindung hingga konservasi pun dieksploitasi oleh para penambang.

"Sudah sejak lama tambang ilegal beroperasi di hutan mangrove Dusun Gedong Desa Lumut Belinyu beroperasi. Tambang ini pakai alat berat atau PC. Lokasinya masuk Dusun Gedong, namun berada dekat perbatasan Dusun Tanjungbatu. Alat berat itu dikoordinir oleh oknum. Ada empat alat berat di kawasan mangrove konservasi yang beroperasi," kata pemberi informasi kepada Bangkapos.com, Selasa (3/12/2019).

Tambang yang sudah  beroperasi di hutan mangrove Dusun Gedong itu sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Hasil tambang berupa pasir timah cukup fantastis.

Keberadaan tambang ini nyaris tak tersentuh aparat karena diduga ada oknum yang bermain, termasuk sebagai pemasok alat berat ke lokasi.

"Infonya tambang itu punya bos tambang inisial BH. Saya dengar dalam seminggu, hasilnya sampai empat ton," lanjut si pemberi informasi.

Mengenai informasi itu, Bangkapos.com langsung menghubungi Camat Belinyu, Syarli Nopriansyah, Selasa (3/12/2019).

Syarli mengaku belum mendapat laporan secara langsung dan secara resmi soal ekploitasi di kawasan mangrove konservasi seperti yang dimaksud. Namun demikian, informasi tersebut akan ia tindak-lanjuti. "Kita akan krosceck ke kades terkait info ini dan kita coba koordinasi ke forkopimcam," kata Syarli.

Secara terpisah, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Achmad Suherman, mengaku  belum mendapat kabar soal pengrusakan kawasan mangrove yang diduga dibekingi oknum menggunakan alat berat.

"Pol PP akan pantau dulu. Apabila tambang itu ngga ada ijin, agar segera buat ijin. Apabila tidak ada ijin, kita imbau agar dihentikan," kata Suherman.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono sempat dikonfirmasi Bangka Pos melalui pesan WA, soal dugaan adanya oknum yang jadi beking tambang ilegal tersebut, Selasa (3/12/2019) sekitar Pukul 14.10 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban balasan dari kapolres.(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved