Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Curhat Harga Lada Anjlok, Petani Terpaksa Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan Demi Nafkahi Keluarga

Ia sendiri sudah menjadi petani lada sekitar 40 tahun. Jatuh bangun, naik turun harga lada ini telah dialaminya.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Mang Yamin saat merawat tanaman lada miliknya di Desa Keposang, Kabupaten Bangka Selatan 

Pria yang mengenakan baju berlogo partai politik ini sempat meninggalkan pekerjaannya sebagai petani lada selama beberapa waktu, lantaran sangat kecewa dengan harga jual lada merosot.

"Sempat berhenti pak, capek kerjanya karena harga murah sekali sedangkan biaya perawatan yang harus kami keluarkan cukup tinggi, tetapi saya juga merasa ada yang kurang ketika tidak bekerja di kebun," ucap sosok ayah lima anak ini.

Diakuinya, beberapa bulan belakangan ini  kembali mengalami kesulitan karena kondisi cuaca yang tak kunjung jelas seperti saat ini dirasakannya di kebun seperti panas yang berkepanjangan membuat ladanya menguning bahkan ada juga yang mengalami kondisi keriting.

"Sedih pak karena sudah kita rawat tetapi karena pengaruh cuaca dan hama membuat tanaman menjadi menguning, menjadi keriting hingga mati dan membuat rugi," keluh Yamin yang dengan tubuh bercucuran keringat.

Mang Yamin menunjukan lada miliknya yang kena hama
Mang Yamin menunjukan lada miliknya yang kena hama (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Selain itu ia mengeluh karena lada yang ditanamnya mati akibat pupuk yang tidak cocok dengan kondisi tanah.

"Pupuk juga kadang membuat tanaman layu dan mati karena ada pupuk yang tidak sesuai dengan kondisi tanah dan tanaman," ujarnya

Untuk itu harapannya agar Pemkab Bangka Selatan dapat membantu petani lada yang masih minim informasi penanaman yang baik dan optimal.

Dulu Vietnam Belajar Lada dari Babel Perlu Kompak agar Tidak Makin Terpuruk

Dua Hari Ini Harga Lada Turun Jadi Rp 40.000 per Kilogram

Tak hanya itu, ketika dikonfirmasikan apakah ada penyuluh pertanian yang sering mengunjunginya, Yamin mengaku belum pernah menerima kedatangan penyuluh ke kebunnya yang berlokasi di Desa Keposang.

"Berharap pemerintah turut membantu kami sebagai petani kecil yang minim ilmu pengetahuan karena menanam Lada hanya berdasarkan pengalaman saja," harapnya. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved