WIKI BANGKA

Eyde Tusewijaya Sukses Bikin Kemenag Pangkalpinang Punya Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Eyde Tusewijaya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang.

Eyde Tusewijaya Sukses Bikin Kemenag Pangkalpinang Punya Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Bangkapos.com/Edwardi
Profil Eyde Tusewijaya, Kasubbag TU Kemenag Kota Pabgkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Muda, tampan, cerdas dan enerjik, itulah kesan pertama orang ketika bertemu pertama kali dengan Eyde Tusewijaya, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang.

Namun siapa yang menyangka, di usia yang relatif muda 40 tahun, pria kelahiran Seri Bandung, 25 April 1979 ini telah memiliki segudang pengalaman kerja dan menempuh karier di berbagai seksi dan bidang di Kementerian Agama.

Mulai dari seksi yang berhubungan dengan pendidikan agama dan keagamaan, hingga yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan tata laksana organisasi pemerintah.

Sehingga tak heran apabila di semua bagian atau seksi yang pernah disinggahinya, beliau banyak melakukan inovasi-inovasi yang membuat seksi tersebut menjadi semakin maju dan berkembang.

Eyde mengawali karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 22 tahun.

Dengan kondisi fisik dan mental yang masih prima, membuat Eyde Tusewijaya mampu beradaptasi dan memahami pola kerja yang diterapkan secara cepat dan brilian.

Saat itu bulan Januari Tahun 2003, Eyde diangkat sebagai CPNS di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai staf pada Seksi Pendidikan Keagamaan dan Salafiyah, Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, dari formasi SMA setelah lulus tes dengan nilai yang cukup baik mengungguli pelamar-pelamar lainnya.

“Waktu itu, merupakan masa-masa awal berdirinya Kanwil Kemenag Babel, dimana pada saat itu, Kantor pun masih menumpang di gedung MTsN 1 Pangkalpinang, ” kata Eyde saat ditemui, Rabu (04/12/2019) di kantornya.

Dikatakan Eyde, saat itu tugas awalnya di seksi tersebut adalah melakukan pendataan terkait administrasi dan kurikulum pada Pondok Pesantren di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Atasan kami saat itu, Drs H Paidi banyak memberikan bimbingan dalam bidang pendidikan agama dan keagamaan. Sehingga kami pun menjadi paham dan menguasai seluk-beluk hal tersebut,” ujar Eyde.

Halaman
1234
Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved