Berita Pangkalpinang

Kemendag Percepat Implementasi Sistem Resi Gudang, Penyederhanaan Izin Dukung Pelaku Usaha

Berbagai langkah dilakukan mempercepat implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai suatu instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan.

Kemendag Percepat Implementasi Sistem Resi Gudang, Penyederhanaan Izin Dukung Pelaku Usaha
istimewa
Kepala Bappebti Kemendag, Tjahya Widayanti didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Olvy Andrianita 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pelaku usaha melakukan berbagai langkah strategis untuk mempercepat implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai suatu instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tjahya Widayanti di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

“Untuk mendorong implementasi SRG, Kementerian Perdagangan telah menyederhanakan prosedur perizinan kelembagaan di bidang SRG. Penyederhanaan tersebut antara lain dalam perizinan gudang, pengelola gudang, Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) dalam SRG, dan Pusat Registrasi,” ujar Tjahya dalam press release kepada bangkapos.com, Rabu (4/12/2019).

Berdasarkan data Bappebti, pada 2009-2018, pemerintah telah membangun 123 gudang SRG secara bertahap yang tersebar di 106 kabupaten/kota pada 25 provinsi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 94 gudang telah mendapatkan persetujuan Bappebti sebagai gudang SRG dan sisanya masih menunggu kesiapan sarana dan kelembagaan.

Selain itu, terdapat 72 gudang milik swasta/BUMN yang telah disetujui Bappebti sebagai gudang SRG. Gudang-gudang tersebut tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Bappebti juga telah memberikan persetujuan kepada 61 pengelola gudang SRG (PT, BUMN, BUMD, dan koperasi), 52 LPK SRG (LPK Inspeksi Gudang, LPK Manajemen Mutu dan LPK Uji Mutu Komoditi), dan 1 pusat registrasi, yaitu PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Sejak 2008-November 2019, jumlah resi gudang yang telah diterbitkan 3.341 resi gudang dengan total volume komoditi sebesar 110.226,71 ton (84.272,59 ton gabah, 11.849,19 ton beras, 7.599,89 ton jagung, 1.312,57 ton kopi, 4.299 ton rumput laut, 3,14 ton kakao, 31,16 rotan, 701,73 ton garam dan 157,43 ton lada) dan total nilai komoditi mencapai Rp 718,19 miliar.

Menurut Tjahya, pemanfaatan SRG dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan yang fluktuatif. Nilai transaksi resi gudang tertinggi terjadi tahun 2014. Saat itu, diterbitkan 605 resi gudang dengan volume 21.649,27 ton komoditi senilai Rp116,51 miliar.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa para pelaku usaha semakin berminat memanfaatkan SRG sebagai instrumen tunda jual dan pembiayaan perdagangan,” ungkap Tjahya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved