CETAK - Pemprov Terus Upayakan Merapikan Tata Kelola Lada Babel, DPRD: Lupakan Kisruh BP3L

Juaidi mengatakan, tidak masalah eksportir mengancam tidak akan membeli lada petani Bangka Belitung.

CETAK - Pemprov Terus Upayakan Merapikan Tata Kelola Lada Babel, DPRD: Lupakan Kisruh BP3L
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Mang Yamin saat menunjuk daun lada miliknya yang menguning diserang penyakit kuning. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pertanian Babel Juaidi memastikan Pemerintah hanya ingin merapikan tata kelola lada Bangka Belitung.

Menurutnya, dulu BP3L ( Badan Pengelolaan, Pengembangan Dan Pemasaran Lada) Babel itu dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Babel.

"Apa yang terjadi saat ini adalah dampak dari upaya perbaikan tata kelola niaga Lada Bangka Belitung. Ketika perbaikan ingin dilakukan, wajar ada pihak-pihak yang merasa berkeberatan," kata Juaidi, Rabu (4/12/2019).

Juaidi mengatakan, tidak masalah eksportir mengancam tidak akan membeli lada petani Bangka Belitung.

Pasalnya tak ada perusahaan khusus yang menanam lada di Babel.

"Semuanya adalah petani. Perbedaanya hanya pada jumlah luasan kebun. Petani adalah pihak yang harus diuntungkan dalam perbaikan ini. Saya menilai menjadi lucu ketika eksportir mengancam tak mau membeli lada petani," jelasnya.

Perbaikan tata kelola niaga lada Bangka Belitung juga dengan mengoptimalkan status IG Muntok White Pepper yang dimiliki Babel.

Pasalnya, selain terkait keistimewaan wilayah, IG Lada Putih ini juga menyangkut keistimewaan produk dan mutu produk.

"Ini menurut saya lucu-lucuan saja. Bagi kami di pertanian adalah bagaimana meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, memperpanjang umur produksi, dan bagaimana meningkatkan mutu produk lada," ujarnya.

Selama ini optimalisasi IG Muntok White Pepper boleh dibilang belum dilakukan.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved