Berita Pangkalpinang

Puncak Musim Hujan di Babel Terjadi Tahun Depan, BMKG Ingatkan Pangkalpinang Waspada Banjir

bulan desember ini belum ada wilayah yang berpotensi banjir karena total curah hujan bulanan yang diprakirakan oleh stasiun klimatologi

Puncak Musim Hujan di Babel Terjadi Tahun Depan, BMKG Ingatkan Pangkalpinang Waspada Banjir
Ist/Ajudan Walikota Pangkalpinang
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (kanan), saat meninjau banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memberikan informasi bahwa puncak musim penghujan di Bangka Belitung akan terjadi pada bulan Februari - Maret 2020 mendatang.

Sehingga yang perlu diwaspadai dari musim penghujan tentu adalah timbulnya banjir atau genangan.

Sampai saat ini banjir atau genangan adalah bencana hidrogeometeorologis utama yang terjadi di wilayah Babel.

"Tidak hanya di Pangkalpinang, beberapa wilayah lain seperti Muntok, Belitung dan Belitung Timur juga sangat rawan akan genangan ketika memasuki puncak musim penghujan dengan curah hujan terukur mencapai 300-400 mm/bulan seperti yang rutin terjadi dalan kurun waktu 2016-2018 lalu," terang Kepala Seksi data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (5/12/2019).

Untuk saat ini musim penghujan memang baru memasuki di berbagai kabupaten di Bangka Belitung. Sedangkan kota Pangkalpinang disebut termasuk wilayah terlambat memasuki musim penghujan.

"Namun di akhir Dasarian I bulan Desember 2019 ini, sepertinya sudah total masuk musim penghujan untuk wilayah Bangka Belitung secara keseluruhan," ujar Kurniaji.

Ia menerangkan untuk bulan desember ini belum ada wilayah yang berpotensi banjir karena total curah hujan bulanan yang diprakirakan oleh stasiun klimatologi Koba masih antara 150-200 mm/bulan.

"Tapi untuk Pangkalpinang sendiri tetap harus lebih kita waspadai dikarenakan tutupan lahan wilayah hilir yang sudah sangat drastis berubah sehingga hujan sedang-lebat lebih dari 2 jam saja sudah dapat menimbulkan genangan yang parah di sektar wilayah Pangkalpinang," kata Kurniaji. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved