Berita Pangkalpinang

Gubernur Minta Petani Tak Terpengaruh Harga Lada, Erzaldi: Produktivitas Naik, Nilai Tukar Ikut Naik

Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengajak para petani lada untuk terus giat bertanam.

Gubernur Minta Petani Tak Terpengaruh Harga Lada, Erzaldi: Produktivitas Naik, Nilai Tukar Ikut Naik
Ist
Seorang warga memetik buah lada di kebun lada milik Suhami di Desa Perlang Kecamatan Koba, Bangka Tengah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengajak para petani lada untuk terus giat bertanam.

Hal tersebut disampaikannya usai menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Baiturrahman Rehal Emas Gang Merpati, Kelurahan Gedung Nasional, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Jumat (6/12/2019) siang.

Erzaldi kepada bangkapos.com mengatakan para petani agar tidak terkontaminasi tentang rendahnya harga lada. Sehingga membuat mereka seakan kurang bergairah untuk bertani.

"Tetap. Setiap pertemuan ke daerah-daerah, saya terus berbicara kepada mereka (petani) agar jangan terpengaruh dengan harga lada sekarang ini," jelasnya.

Erzaldi menuturkan pemerintah daerah (pemda) hingga saat ini terus mencari solusi serta berusaha dengan berbagai cara agar harga lada kembali naik.

Pemerintah Bangka Belitung dikatakannya melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memperbaiki tata kelola niaga lada di daerah ini.

"Kita juga dalam upaya meningkatkan produktivitas para petani. Ini agar bila produktivitasnya naik, nilai tukar petani pun akan ikut naik," ucapnya.

"Kita ambil contoh, kalau produktivitas petani kita 500 kilogram (kg) per hektar (he) per tahun, sedangkan petani Vietnam bisa 3 tons per hektar per tahun, artinya dengan nilai tukar sekarang pun bagi mereka (Vietnam), tetap tinggi," imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya menargetkan para Petani Bangka dapat meningkatkan produktivitas bertanam lada sebanyak 1,5 tons secara bertahap agar bisa menyamai para Petani Vietnam.

"Kenapa Vietnam bisa 3 tons per hektar pertahun, karena mereka untuk junjung sahangnya (lada) itu sampai 15 meter tingginya. Sedangkan kita 2,5 meter juga sudah banyak yang mati," katanya.

Sementara itu, perihal harga yang semakin rendah, ditegaskan Erzaldi, dalam beberapa waktu kedepan pihaknya akan segera mendatangi Pemerintah Pusat.

Ia akan berbicara tentang tata kelola perniagaan lada kepada Pemerintah Pusat.

"Jadi jangan sampai lada kita yang kualitasnya bagus ini, tata kelolanya tidak berjalan baik. Sehingga merugikan para petani. Kita akan usahakan itu," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Rama)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved