Berita Pangkalpinang

Pendamping Sosial PKH Beri Edukasi Stunting Pada Ibu Menyusui

Pencegahan stunting dilakukan dengan pemberian asupan gizi yang baik melalui ASI eksklusif.

Pendamping Sosial PKH Beri Edukasi Stunting Pada Ibu Menyusui
Bangkapos/Ira Kurniati
Edukasi stunting bagi ibu menyusui penerima bantuan PKH di Kelurahan Pasar Padi, Kecamatan Girimaya, Jumat (6/12/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pangkalpinang melalui Program Keluarga Harapan (PKH) getol memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai stunting atau pengkerdilan pada anak.

Untuk mencegah stunting ini, pendamping sosial PKH melakukan kegiatan peningkatan pengetahuan tentang gizi bagi ibu menyusui dan balita penerima bantuan PKH.

Pekerja Sosial Supervisor, Sri Wahyuni, mengatakan kasus stunting belum begitu tinggi di wilayah Pangkalpinang. Namun antisipasi diperlukan terutama untuk tumbuh kembang anak nantinya.

Pihaknya melakukan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Kelurahan Pasar Padi, Kecamatan Girimaya, Jumat (6/12/2019) untuk memberikan edukasi gizi tersebut. Acara juga dihadiri Kepala Dinas Sosial dan PPPA Pangkalpinang, Rika Komarina

Yuni menuturkan, P2K2 merupakan proses belajar secara terstruktur untuk memperkuat terjadi perubahan perilaku pada KPM.

Tujuannya meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pentingnnya pendidikan, kesehatannya dan pengelolaan keuangan bagi keluarga.

"Stunting ini sudah menjadi isu nasional dan kami melalui program ini kami coba memberi edukasi ke masyarakat terutama ibu hamil dan menyusui yang menjadi bagian dari penerima bantuan PKH," katanya.

Pencegahan stunting dilakukan dengan pemberian asupan gizi yang baik melalui ASI eksklusif.

Menurutnya, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui maupun balita sangat penting dan tidak mesti mengeluarkan kocek yang mahal. Asalkan, seimbang dan memenuhi kebutuhan gizi sehari-harinya.

"Kami berharap dengan kegiatan ini, gizi anak balita dapat terus diperhatikan dan bantuan dari Kementerian Sosial dapat dimanfaatkan sebaik mungkin," tutur Yuni.

Dia menambah, komponen PKH terdiri dari pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi.

Untuk itu lah, program yang termasuk diantara komponen tersebut dilakukan rutin sehingga berbagai pengetahuan tentang pendidikan dan pengasuhan anak, mengatur keuangan keluarga, perlindungan anak, kesehatan dan gizi, disabilitas maupun lansia dapat diperoleh oleh masyarakat.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved