Perkuat Budaya Toleransi, Bupati dan FKUB Bangka Barat Belajar ke Singkawang

Bupati Bangka Barat, Markus SH, didampingi Kabag Kesra Sumardi S. Ag, para camat, Kepala Badan Kesbangpol Yusup Yudono dan rombongan FKUB serta MUI

Perkuat Budaya Toleransi, Bupati dan FKUB Bangka Barat Belajar ke Singkawang
Ist
Bupati Bangka Barat menyerahkan cinderamata kepada Walikota Singkawang usai pertemuan, Jumat (6/12) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Barat, Markus didampingi Kabag Kesra Sumardi S. Ag, para camat, Kepala Badan Kesbangpol Yusup Yudono dan rombongan FKUB serta MUI melakukan pertemuan dan tukar pikiran mengenai toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mengingat kota Singkawang menjadi kota paling toleran dari 10 kota di Indonesia pada 2018 lalu.

Kedatangan Bupati Markus bersama rombongan diterima langsung Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Kota Singkawang Hendryan, Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang Sofian Fahri, perwakilan Kemenag, MUI dan pengurus serta anggota FKUB setempat bertempat di ruang rapat Walikota Singkawang, Jumat (6/12).

Foto bersama Bupati, walikota dan peserta pertemuan
Foto bersama Bupati, walikota dan peserta pertemuan (Ist)

Bupati Markus mengatakan, predikat yang diraih Singkawang sebagai daerah paling toleran mendorong pihaknya untuk datang berdiskusi dan sharing, bagaimana lebih membumikan dan memperkuat toleransi yang selama ini terpelihara baik di bumi Sejiran Setason.

"Jadi bagaimana Pemkot Singkawang ini mengelola keberagaman agama, karena toleransi agama di Singkawang cukup tinggi mengingat masyarakatnya heterogen yang secara kultur dan karakteristik masyarakatnya tak jauh beda dengan Bangka Barat," kata Markus.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, denyut nadi di masyarakat Singkawang soal toleransi sudah sangat baik.

"Artinya, berdasarkan info dari Ibu Walikota, di sini belum kita temukan adanya penguatan penolakan eksistensi terhadap identitas yang berbeda. Semua berbaur sehingga identitas yang berbeda itu tidak membuat masyarakat Singkawang tidak alergi satu sama lain. Ini cultur harmoni umat yang ingin kita terus gaungkan di Babar," ujarnya.

Suasana berlangsungnya dialog kerukunan antara Pemkot Singkawang dengan Pemkab Bangka Barat.
Suasana berlangsungnya dialog kerukunan antara Pemkot Singkawang dengan Pemkab Bangka Barat. (Ist)

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie menegaskan sejatinya kebersamaan, kerukunan dan toleransi dimulai dari diri sendiri.

"Kalau ingin disayangi dan dihormati lakukan juga sama org lain. Itu kuncinya. Jadi ada timbal baliknya," ujar dia.

Lebih jauh dia menuturkan, tak ada hal paling hebat yang bisa diraih tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak.

"Selalu harus ada kata saling. Saling toleran, saling menghargai, saling menghormati. Semua harus bergandengan tangan tapi utamanya kebijakan pemimpin harus dimulai sehingga yang bawahan bisa ikut," beber dia.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved