WIKI BANGKA

VIDEO: Review Cicipi Menu Sarapan Pagi dan Makan Siang di Menumbing Heritage Hotel

Kali ini bangkapos.com akan menyicipi menu sarapan pagi (breakfast) dan makan siang (lunch) di Menumbing Heritage Hotel.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kali ini bangkapos.com akan menyicipi menu sarapan pagi (breakfast) dan makan siang (lunch) di Menumbing Heritage Hotel.

Lokasi Hotel ini berada di Jalan Gereja Nomor 5, Ps. Padi Kecamatan Girimaya, Kota Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung.

Menu sarapan pagi yang disajikan beraneka ragam seperti makanan khas Bangka, Nusantara, Chinese bahkan Western (kebarat-baratan). Menu yang beragam ini tentu saja akan membuat sarapan Anda penuh warna.

Kali ini bangkapos.com menyicipi minuman pusui dan jus nanas. Untuk makanan yakni kwentiaw goreng dengan sosis rasa gurih dan bumbu meresap.

Tak luput bangkapos.com juga mencoba Mie Bangka khas daerah ini, mie nya kenyal berpadu dengan kuah panas dan pangsit rebus yang lezat.

Waffel ditaburi madu juga menjadi sasaran sarapan pagi bangkapos.com kali ini, rasanya manis dan lembut pastinya.

Selain itu, bangkapos.com juga mencoba menu andalan makan siang Menumbing heritage Hotel di bulan Desember yang sudah memasuki musim penghujan yakni Empal Gentong dan Nasi Timbel.

Empal Gentong ini makanan khas Cirebon dengan kuah panas berbahan santan dipadukan daging yang lembut saat dikunyah, dan campuran kerupuk kulit yang kenyal menambah sensasi rasa yang lezat.

Empal Gentong ini juga disajikan dengan nasi panas dan sambal cabe serta jeruk kunci. Harga seporsi menu ini Rp 85 ribu.

Executive Chef Menumbing Cafe dan Bar, Hasanudin menambahkan setiap bulan mereka selalu menampilkan menu makan siang dan malam yang berbeda-beda.

"Kalau empal gentong itu sangat enak dimakan saat malam hari karena panas. Kalau nasi timbel itu pada siang hari," ungkap Hasanudin, Rabu (4/12/2019).

Nasi timbel disajikan dengan nasi putih yang dibungkus daun pisang, ayam goreng, t yang empuk, tempe, tahu, ikan asin, dan sambal terasi khas Bangka. Serta ada lempah darat yang rasanya berbeda karena dicampurkan jagung sehingga kuah menjadi asin dan manis.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved