Berita Pangkalpinang

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Awasi Ketat Keluar Masuk Penyeludupan Hewan Langka

Balai Karantina Pertanian Kelas II B Pangkalpinang melakukan pengawasan ketat keluar dan masuknya penyeludupan hewan langka

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Awasi Ketat Keluar Masuk Penyeludupan Hewan Langka
Bangkapos.com/Andini Sulistio
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II B Pangkalpinang Saifuddin Zuhri 

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Awasi Ketat Keluar Masuk Penyeludupan Hewan Langka

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Balai Karantina Pertanian Kelas II B Pangkalpinang melakukan pengawasan ketat keluar dan masuknya penyeludupan hewan langka atau yang dilindungi di Bangka Belitung (Babel) selama 24 jam per 7 hari.

Pengawasan dilakukan di empat wilayah kerja di Pelabuhan Pangkal Balam, Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Pelabuahan Sungai Selan,  serta Bandara Depati Amir.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II B Pangkalpinang Saifuddin Zuhri mengatakan terkadang nya penjual yang menjual hewan langka tersebut terlepas dari pengawasan mereka, sebab diluar empat wilayah kerja tersebut jika masih ditemukan penjualan hewan langka atau yang dilindungi itu, merupakan penjual ilegal yang bukan lagi wewenang Balai Karantina Pertanian.

"Tarsius itu kan kecil, bisa saja dimasukkan kedalam kantong atau tasnya, makanya ini perlu kita telusuri lebih dalam, dan lebih ketat lagi, kalau memang pengirimannya itu melalui empat pintu kita," ungkap Saifuddin Zuhri saat ditemui Bangkapos.com, Senin (09/12/2019)

Menurutnya, apabila sudah kedapatan satu diantara penjual di pasar yang menjual hewan langka seperti Tarsius itu, bukan hanya tanggung jawab dari Balai Karantina Pertanian Kelas II B Pangkalpinang saja.

"Kehutanan dan BKSDA lebih berperan lagi, aparat penegak hukum juga karena itu sudah mulai langka dan sedang diusulkan untuk dilindungi, kita hanya lakukan pengawasan di empat pintu itu saja," jelas Saifuddin.

Ia menegaskan, pengawasan yang ketat adalah kewajiban yang harus dilakukan. Sedangkan di luar dari empat kawasan tersebut dirinya berharap agar bisa bekerja sama dengan penegak hukum lainnya dan juga masyarakat.

"Karena diluar ini kan banyak sekali tempat-tempat yang bisa saja dimasuki oleh komunitas ilegal bukan hanya hewan saja, garis pantai kita ini kan luas, makanya kita menghimbau masyarakat kalau mengetahui ada keluar masuknya secara ilegal diluar empat pintu itu tolong di laporkan kepada pihak penegak hukum, atau ke kita langsung," saran Saifuddin.

(Bangkapos.com/Andini)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved