Berita Bangka Tengah

Dari Cara Hidupnya Ini Perbedaan Tarsius Pulau Bangka dan Sulawesi

selain ukurannya yang kecil, untuk menjumpai satu ekor Tarsius itu butuh wilayah jelajah sekitar 3 ha.

Dari Cara Hidupnya Ini Perbedaan Tarsius Pulau Bangka dan Sulawesi
Ist/Dok pribadi
Pengamat Lingkungan Hidup, Putra.

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menurut Pengamat Lingkungan Hidup yang juga seorang Wildlife Photographer Putra, mengatakan jika dirinya cukup sering menemui tarsius di beberapa hutan sekunder di Pulau Bangka.

"Kebanyakan di hutan sekunder, seperti Petaling, Namang, Mentok, dan Mangkol," ujar Putra, Senin (9/12) via telepon.

Putra yang sudah dari tahun 2000-an menjadi Wildlife Photographer.

Dia mengatakan jika intensitas ia berjumpa dengan tarsius masuk dalam kategori sulit.

Hal ini dikarenakan selain ukurannya yang kecil, untuk menjumpai satu ekor Tarsius itu butuh wilayah jelajah sekitar 3 ha.

Tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelili'an yang ditemukan posbelitung.co bersama pengelola Bukit Peramun pada Selasa, (21/8/2018).
Tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelili'an yang ditemukan posbelitung.co bersama pengelola Bukit Peramun pada Selasa, (21/8/2018). (Bangka Pos / Adelina Nurmalitasari)

"Jadi ibaratnya dalam kawasan seluas 3 ha, hanya ada satu Tarsius," tegasnya.

Ditambah Tarsius di Pulau Bangka merupakan hewan yang hidup secara soliter (menyendiri), sehingga jika ada Tarsius lain yang masuk teritorialnya maka langsung diusir.

Hal ini menurutnya berbeda dengan Tarsius yang pernah ia jumpai di Sulawesi tepatnya di Taman Nasional Tangkoko yang hidupnya berkoloni, dan tidak pernah berpindah-pindah.

"Jadi kalau di Sulawesi itu mereka hidupnya berkoloni di satu pohon besar, dan tidak pernah berpindah-pindah,"

Ia juga menjelaskan jika menurutnya Tarsius bukanlah hewan nokturnal, atau yabg beraktifitas di malam hari.

Namun lebih kepada hewan krepuskular, yang berarti aktif beraktifitas pada saat senja dan subuh hari.

"Jadi mereka beraktifitas waktu matahari terbenam sampai menjelang waktu Isya, kemudian mereka istirahat, kemudian di waktu subuh, baru mereka aktif lagi," pungkas Putra. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved