Breaking News:

Advertorial

Desa Kayu Arang Kembangkan Potensi Perikanan dan Kelautan

Pemerintah dan Mas­yarakat Desa Kayu Arang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat sejak tahun 2007 berusaha untuk mengembangkan potensi di bidang k

Editor: nurhayati
ist/APDESI Kab. Babar
Desa Kayu Arang Kembangkan Potensi Perikanan dan Kelautan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah dan Mas­yarakat Desa Kayu Arang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat sejak tahun 2007 berusaha untuk mengembangkan potensi di bidang kelautan dan perikanan.

Sumber daya perikanan dan kelautan seperti kepiting soka, ikan nila, ikan lele dan udang paname dibudidaya untuk menjadi sumber penghasilan masyarakat, meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Kayu Arang, Alatas yang dilantik 2016 silam, memanfaatkan alokasi dana desa untuk mengembangkan potensi perikanan dan kelautan serta pertanian.

"Kami melihat potensi-potensi di desa ini ada tapi perlu digarap dengan baik dan serius, ide-ide itu banyak tinggal bagaimana memulai dan menjalankannya. Kami sangat bersyukur, diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa potensi-potensi alam yang ada di desa kami sangat melimpah, baik itu pertanian, perkebunan hingga perairan,” terang Alatas, Rabu (4/12/2019).

Alatas merinci upaya pemerintah desa Kayu Arang dalam memberdayakan sektor perikanan melalui budidaya ikan jenis Kerapu rencananya akan dibangun 6 petak Ke­rambah Jaring Apung letaknya persis di eks pelabuhan.

“Bantuan dari dinas kelautan dan perikanan Kabupa­ten Bangka Barat, realisasinya adalah dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok nelayan dalam proses penggunaannya.
Intinya bisa memberdaya­kan masyarakat sehingga perlahan-lahan dapat membantu perekonomian mereka,”ucapnya.

Selain budidaya ikan jenis Kerapu, Pemerintah desa lewat bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat juga sudah melakukan pembudidayaan kepiting jenis Soka sejak tahun 2007. Dan hasilnya cukup menjanjikan. Harga jual dari jenis kepiting bisa sampai Rp 120.000/Kg, sehingga keuntungan yang diperoleh sekitar Rp 50.000/Kg.

“Masa panen singkat cuman 3 minggu, kurang lebih sudah dibangun 2000 petak Kerambah Jaring Apung. Namun karena adanya kendala dari segi pembibitan jadi agak menghambat proses, sebenarnya ini prospek yang sangat baik seandainya dinas terkait baik Kabupaten maupun Provinsi mau mengupayakan sentra pembibitan jenis kepiting ini sehingga pasti akan sangat membantu prospek pembudidayaannya,” harap Alatas.

Lebih lanjut Alatas menjelaskan Pemerintah desa Kayu Arang dengan melibatkan Karang Taruna desa juga melakukan pembudidayaan ikan jenis Lele dan Nila. Proses pembudidayaan mudah ditambah aktifnya Karang Taruna ikut membantu memandirikan masyarakat terutama pemuda Desa Kayu Arang. (adv/*)

Kepala Desa  Kayu Arang
Kepala Desa Kayu Arang (ist/ Alatas)

Harapkan Dukungan

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved