Berita Bangka

Diusir Nelayan Empat KIP Mundur dari Perairan Matras, Berani Masuk Ini yang Bakal Terjadi

puluhan masyarakat nelayan langsung berkumpul di tepi Pantai Perairan Matras. Sebagian di antara mereka

Diusir Nelayan Empat KIP Mundur dari Perairan Matras, Berani Masuk Ini yang Bakal Terjadi
bangkapos.com/ferylaskari
Tampak Nelayan Matras Sungailiat berkumpul di Pantai dan sebagian menuju tengah laut mengusir KIP yang baru saja berlabuh di perairan setempat, Senin (9/12/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Empat unit kapal isap produksi pertambangan (KIP) yang berlabuh di Perairan Pantai Matras, Kabupaten Bangka, Senin (9/12/2019) petang akhirnya mundur, kembali ke Perairan Air Kantung setelah diusir oleh puluhan nelayan.

Berawal saat Nelayan Matras Sungailiat mendengar kabar empat KIP bakal beroperasi di perairan ini. 

Dua KIP sudah berlabuh di depan Pantai Matras, sedangkan dua unit lagi baru hendak meluncur dari Peairan Air Kantung ke Perairan Matras.

Saat itu puluhan masyarakat nelayan langsung berkumpul di tepi Pantai Perairan Matras. Sebagian di antara mereka, menggunakan sembilan perahu kayu langsung turun melaut.

Nelayan di perahu ini merapat mendekat dua KIP tersebut. Di tengah laut, mereka kemudian berteriak keras meminta nahkoda KIP meninggalkan Periaran Matras.

Melihat kemarahan nelayan di atas perahu, dua KIP itu pun langsung putar arah. Sedangkan dua KIP lainnya yang masih berada di Perairan Airkantung dan bersiap-siap menuju Perairan Matras, membatalkan rencana.

Suryadi alias Panjang (29), Tokoh Pemuda Matras yang berprofesi sebagai nelayan usai aksi pengusiran KIP ditemui Bangka Pos, Senin (9/12/2019) petang di Pantai Matras Sungailiat memastikan, aksi mereka membuat dua KIP yang dimaksud balik arah.

"Kami menggunakan sembilan perahu, masing-masing berisi empat hingga lima orang mendekati KIP itu. Di tengah laut, kami teriak suruh KIP itu pergi," kata Panjang.

Sejak dulu, Nelayan Matras Sungailiat menolak KIP beroperasi di laut ini. Selain dikawatirkan bakal mencemari laut dan menggangu lokasi tangkap nelayan, aktifitas KIP juga dianggap merusak destinasi wisata Pantai Matras.

Suryadi alias Panjang bersyukur karena pada akhirnya KIP mundur setelah didesak nelayan, petang tadi.

Lalu apa yang bakal dilakukan Nelayan Matras Sungailiat jika kemudian hari KIP tetap menambang di laut ini?

Mendengar pertanyaan itu, Panjang memastikan bakal turun melakukan aksi serupa. Bahkan jika pihak KIP tak menggubris tuntutan nelayan, maka massa yang lebih besar bakal dikerahkan.

"Kami akan kerahkan massa dalam jumlah besar, gabungan dengan Nelayan Airantu, Bedukang dan Tuing," katanya.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono kepada Bangka Pos, Senin (9/12/2019) malam berharap situasi di daerah ini tetap kondusif.

"Seyogyanya PT Timah memaksimalkan sosialisasi dan mediasi kembali bersama masyarakat nelayan untuk kondusifitas guna mencegah terjadinya konflik baik yang pro maupun yang kontra KIP," imbau Kapolres seraya memastikan aksi nelayan tersebut dalam pengawasan pihak kepolisian.  (bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved