Berita Pangkalpinang

Habitat Mentilin Hewan Langka Tergerus Menjadi Tambang

Randi Syafutra mengatakan Mentilin jelas adalah hewan langka dan dilindungi dalam Peraturan Pemerintah, IUCN Red List dan CITES.

Habitat Mentilin Hewan Langka Tergerus Menjadi Tambang
Ist/Randi Syafutra
Randi Syafutra, Peneliti Mentilin Lulusan S2 Primatologi IPB sekaligus Analisis Lab Lingkungan DLH Provinsi Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Peneliti Mentilin Lulusan S2 Primatologi IPB sekaligus Analisis Lab Lingkungan DLH Provinsi Bangka Belitung, Randi Syafutra mengatakan Mentilin jelas adalah hewan langka.

Mentilin ini dilindungi dalam Peraturan Pemerintah, IUCN Red List dan CITES.

Menurutnya, saat ini habitat hewan nokturnal ini tergerus berubah menjadi tambang timah inkonvensional (TI) dan perkebunan sawit terutama skala besar.

"Habitat mentilin ini berada di hutan, terutama hutan sekunder dengan banyak semak belukar dan banyak tumbuhan ukuran tiang dan atau pancang. Ada di kebun sahang yang tidak reproduktif lagi dengan semak belukar. Kemudian juga di kebun karet yang tak terurus dengan semak belukar dan tidak pernah ditemukan di kebun sawit skala besar di Pulau Bangka," ungkap Randi saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (9/12/2019).

Ia mengatakan, hutan di Bangka masih cocok menjadi habitat hidup Mentilin karena habitatnya masih banyak dijumpai.

"Diharapkan tambang TI (Timah Inkonvensional) dan perkebunan sawit skala besar bisa dibatasi oleh pemerintah agar habitat mentilin di atas tetap ada," ujar Randi.

Selain itu ia juga berharap harga karet bisa distabilkan. Jika harga karet tidak stabil malah turun, sedangkan sawit semakin baik harganya akan membuat warga Bangka berbondong-bondong mengkonversi kebun karetnya menjadi kebun sawit, dimana Mentilin tidak bisa hidup di kebun sawit.

Mentilen
Mentilen (Dok/Alobi Foundation)

Persebaran dan Cara Mentilen Hidup 

Mentilin yang bernama ilmiah Cephalopachus bancanus (Western Tarsiers / Tarsius Barat) ini memiliki beberapa Subspesies: C.b. bancanus, C.b. saltator, C.b. natunensis, C.b. borneanus.

Persebaran mentilin diketahui menyebar luas di Pulau Sumatera, Borneo, Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil disekitarnya dan Filipina.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved