Berita Pangkalpinang

Pedagang Nakal Masih Jual Belikan Tarsius dan Beruk di Pasar

Seorang pedagang hewan yang ada di Pangkalpinang,nekat menjual-belikan primata dilindungi, seperti Tarsius atau dikenal dengan Mentilen dan juga Beruk

Pedagang Nakal Masih Jual Belikan Tarsius dan Beruk di Pasar
Bangkapos.com/Suhardi Wiranata
Pedagang menunjukkan satu diantara hewan yang dijual 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Seorang pedagang hewan yang ada di Pangkalpinang,  nekat menjual-belikan primata dilindungi, seperti Tarsius atau dikenal dengan Mentilen dan juga Beruk.

Saat ditemui Bangkapos.com, MT mengungkapkan FP temannya yang biasa menerima pesanan primata langka itu masih libur, Senin (9/12/2019).

Sebelumnya berdasarkan keterangan dari FP, Jumat (6/12) lalu, ada orang yang mencari hewan-hewan primata langka seperti Beruk dan Mentilen.

"Di toko kami hewannya memang tidak ada, tapi kami siap mencarikan kalau memang ada yang mau beli, dengan harga yang disetujui," ungkap FP.

Dia mengaku untuk mendapatkan hewan tersebut, biasanya terlebih dahulu menghubungi komunitas-komunitas pecinta hewan yang ada di Bangka Belitung.

Sebagian besar, Mentilen yang didapatkan masih di Kawasan Bangka dan Belitung. Agar lolos dari petugas pemeriksaan, satwa langka tersebut biasanya dimasukkan ke dalam tas lewat jalur penyeberangan kapal penumpang Belitung dengan tujuan Bangka.

Dia juga mengatakan, mengambil Mentilen dengan harga Rp 350.000 per ekor, sebelum dijual ke pasaran.

"Biasanya kami mendapatkan Mentilen dari orang yang ke Bangka lewat kapal, biasanya mereka masukkan kedalam tas biar tidak ketahuan. Kami ambil dengan harga Rp 350.000," ungkap FP.

Selain Primata Mentilen,  hewan lain seperti Beruk juga menjadi incaran pedagang dan pecinta satwa. Untuk Beruk dia mematok harga mulai dari Rp 300.000.

Burung yang dijual pedagang
Burung yang dijual pedagang (Bangkapos.com/Suhardi Wiranata)

FP mengatakan, biasanya beruk yang masih kecil lebih mahal ketimbang yang sudah dewasa. Karena masih mudah dijinakkan.

"Kalo Beruk dewasa kita jual dengan harga Rp 300.000, nah Beruk yang masih ukuran bayi lebih mahal, diatas harga beruk dewasa. Karena masih mudah menjinakkannya," ujar FP

Selain dua Primata tersebut, FP mengaku masih banyak satwa yang menjadi incaran konsumen.
Seperti Tupai Belang, Lutung dan Kera.

"Konsumennya tidak hanya orang Bangka Belitung saja, tapi ada juga yang berasal dari luar daerah," tuturnya

Untuk memudahkan proses pengirimannya, menggunakan jasa mobil lintas pulau. Harganya pun beragam, sesuai jarak dan jumlah satwa yang akan dikirimkan. Harga mulai dengan kisaran Rp 200.000..

"Kami biasanya ngirimnya pakai mobil lintas, untuk ongkosnya mulai dari Rp 200.000. Tergantung mau ke tujuan daerah mana, jenis satwa dan jumlahnya," pungkasnya. (Bangkapos.com/Suhardi Wiranata)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved