Berita Pangkalpinang

Sidang Mantan Ajudan Kapolres Pangkalpinang Batal Digelar di PN Kota Pangkalpinang

Batalnya sidang terdakwa Radhiqo karena terjadi kesalahpahaman antara pihak Lapas kelas II A Tuatunu Pangkalpinang dengan pihak kejaksaan.

Sidang Mantan Ajudan Kapolres Pangkalpinang Batal Digelar di PN Kota Pangkalpinang
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Kalapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang, Kunrat saat ditemui di ruangannya, Senin (09/12/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sidang pertama mantan ajudan Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, yaitu terdakwa Radhiqo terpaksa batal digelar, Senin (09/12/2019).

Batalnya sidang terdakwa Radhiqo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, karena terjadi kesalahpahaman antara pihak Lapas kelas II A Tuatunu Pangkalpinang dengan pihak kejaksaan.

Akibatnya terdakwa Radhiqo yang berasal dari Lapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang, tak bisa dibawa oleh mobil tahanan dan tentunya tak bisa mengikuti agenda sidang yang seharusnya dijalani.

Kalapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang, Kunrat saat ditemui Bangkapos.com menjelaskan alasan kesalahpahaman dalam mengantar jemput terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang.

"Staf saya itu lagi makan siang, dikonfirmasi suruh tunggu yang jemput mungkin gak sabar mereka pulang. Sudah saya konfirmasikan dengan Kasi Pidum, mohon maaf kalau memang staf saya lagi istirahat," ujar Kunrat saat ditemui di ruangannya.

Lebih lanjut Kalapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang juga menjelaskan, mekanisme penandatanganan berkas dari Lapas kepada kejaksaan.

"Yang berhak menandatangani itu sebenarnya berjenjang, ada suatu mekanisme yang memang semua tanggung jawab ada di Kalapas. Namun karena ada kesibukan dan lain sebagainya, sehingga ada pelimpahan kewenangan. Hal itu bisa dilakukan oleh kasi pembinaan dan pendidikan, atau bisa juga oleh Kasumsi Registrasi, kalau gak ada juga bisa ke piket pimpinan. Tidak ada niat untuk menghambat, ya mungkin ada kesepakatan, barang kali kasi saya makan siang, tapi petugas jaksa ada kepentingan lain sehingga langsung berangkat," lanjutnya.

Dengan kejadian ini Kunrat akan meningkatkan komunikasi dengan Kejaksaan, dan berharap tak kembali terulang.

"Nanti Kasi Pidum telepon saya, biar nanti saya langsung perintahkan staf saya untuk tanda tangan. Karena ini 24 jam, jadi tidak mungkin juga kami menahan atau tidak memberikan izin untuk mengikuti persidangan. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi, akan menjadi evaluasi untuk kita juga dan kedepan ada mekanisme yang harus kita tingkatkan bersama," ungkapnya.

Sementara itu Radhiqo menjadi terdakwa usai kedapatan melakukan tindak pidana pencurian terhadap istri Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono sekitar Rp 100 juta.

Motif terdakwa melakukan tindakan tersebut diketahui untuk pembayaran cicilan mobil sebesar Rp 7 juta/bulan dan untuk kehidupan pribadi terdakwa.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved