Gagal Terungkap, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Idham Azis Tuntaskan Penyerangan Novel Baswedan

Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam hitungan hari.

Gagal Terungkap, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Idham Azis Tuntaskan Penyerangan Novel Baswedan
Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Presiden Jokowi. Gagal Terungkap, Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Idham Azis Tuntaskan Penyerangan Novel Baswedan 

Menurut Jokowi, Idham menyampaikan ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. 

"Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya itu seperti apa. Tanyakan langsung ke Kapolri," imbuhnya.

Sudah 2 Kali Diberikan Tenggat Waktu

Dua kali Presiden Joko Widodo memberikan target berupa tenggat waktu bagi Polri untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan.

Pertama, Presiden Jokowi sempat memberi target kepada Kapolri terdahulu, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam tiga bulan.

Dikutip dari artikel Kompas.com berjudul "Mengungkap Penyerang Novel, Dua Kali Polri Gagal Penuhi Target Jokowi", target itu baru diberikan Jokowi pada 19 Juli 2019, 27 bulan setelah kasus penyiraman air keras terjadi.

Presiden Jokowi memberi target ini setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Namun, hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel belum juga terungkap.

Presiden Jokowi justru mengangkat Tito menjadi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Maju.

Saat ditanya soal kasus Novel yang belum tuntas, Jokowi mengaku akan mengejarnya ke Kapolri baru.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved