Liga Spanyol

Jelang El Clasico Barcelona VS Real Madrid, Zidane Siapkan Formula Ini untuk Menghentikan Messi

Jelang El Clasico, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dihadapkan pada tugas berat, yakni mencari cara untuk menghentikan Lionel Messi

Jelang El Clasico Barcelona VS Real Madrid, Zidane Siapkan Formula Ini untuk Menghentikan Messi
TWITTER.COM/HOTSPURLANE
Situasi saat Gareth Bale dan Zinedine Zidane berpapasan ketika sang pemain diganti pada sebuag pertandingan di Liga Spanyol musim 2018-2019. 

Jelang El Clasico Barcelona VS Real Madrid, Zidane Siapkan Formula Ini untuk Menghentikan Messi

BANGKAPOS.COM - Jelang El Clasico, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dihadapkan pada tugas berat, yakni mencari cara untuk menghentikan Lionel Messi.

Sudah tidak diragukan lagi jika kapten Barcelona, Lionel Messi, menjadi momok menakutkan bagi tim lawan, termasuk Real Madrid.

Selama bertahun-tahun, pelatih Madrid selalu kerepotan kala mencari cara untuk menangani Messi.

Bahkan pelatih ternama yang pernah menukangi Madrid seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Rafael Benitez, sampai Santiago Solari, kesulitan menghentikan Messi.

Pelatih Madrid saat ini, Zinedine Zidane, juga mengalami hal serupa saat berhadapan dengan Barcelona yang diperkuat Messi.

Sejak menangani Madrid pada awal 2016 silam, total ia sudah menghadapi Messi dan Barcelona sebanyak sembilan kali di berbagai ajang.

Dalam sembilan pertemuan itu, Messi berhasil membuat lima gol dan satu assist untuk Barcelona.

Lionel Messi dan Casemiro bertarung dalam laga el clasico antara Barcelona vs Real Madrid.
TWITTER.COM/FCBARCELONA
Lionel Messi dan Casemiro bertarung dalam laga el clasico antara Barcelona vs Real Madrid.
Kini, jelang pertemuan kesepuluh mereka pada 18 Desember mendatang, Zidane sudah menyiapkan formula untuk menghentikan pemain berusia 32 tahun itu.

Formula yang paling jelas adalah memasangkan Casemiro dan Fede Valverde untuk memberikan kekuatan di lini tengah seperti yang mereka lakukan di beberapa pekan terakhir.

Casemiro dan Valverde akan berkonsentrasi menjaga Messi dalam sistem 4-4-2 dengan Toni Kroos dan Luka Modric atau Isco terlibat dalam serangan.

Kemungkinan lain adalah menempatkan Sergio Ramos dan Raphael Varane pada zona di mana Messi cenderung beroperasi.

Opsi ketiga adalah memberikan Valverde peran man-to-man marking atau menempel ketat Messi sepanjang jalannya pertandingan.

Inti dari semua strategi tersebut adalah untuk menghentikan laju Messi yang sudah mencetak 12 gol dari 10 penampilan sejauh ini di Liga Spanyol.

Sebab dengan menghentikan Messi, itu bisa membuat Madrid menguasai jalannya pertandingan.
Laga antara Barcelona dan Real Madrid akan digelar pada Rabu (18/12/2019) atau Kamis dini hari WIB, di kandang Barca, Stadion Camp Nou
La Liga

Dilansir dari wikipedia, Campeonato Nacional de Liga de Primera División, umumnya dikenal sebagai La Liga (La Liga Santander untuk alasan sponsor dengan Santander) adalah liga profesional tertinggi dalam sistem kompetisi liga sepak bola di Spanyol.

Liga ini diselenggarakan secara tahunan, diikuti oleh 20 klub profesional, di mana tiga klub peringkat terendah pada akhir musim akan degradasi ke Segunda División dan tempatnya akan digantikan oleh dua klub peringkat teratas dan pemenang playoff di Segunda Division.

Dari 60 klub yang pernah mengikuti liga, 9 klub di antaranya pernah menjuarai liga. Dengan klub yang meraih gelar juara terbanyak hingga ialah Real Madrid dengan 33 kali disusul FC Barcelona dengan 26 kali, selain dua klub tersebut Atlético Madrid, Athletic Bilbao, Valencia, Real Sociedad, Real Betis, Deportivo La Coruña dan Sevilla juga pernah meraih gelar juara. Hingga kini hanya ada tiga tim sepanjang sejarah La Liga yang belum pernah terdegradasi, yaitu Real Madrid, FC Barcelona, dan Athletic Bilbao.

Tim peserta, 20 tim memperebutkan liga dimusim saat ini, termasuk 17 tim teratas dari musim 2018–19 dan tiga dipromosikan dari Segunda Division 2018–19. Klub yang dipromosikan termasuk Osasuna dan Granada, dipromosikan langsung dari divisi kedua, dan pemenang play-off promosi, Mallorca.

El Clásico

Loncat ke navigasiLoncat ke pencarianEl Clásico (bahasa Indonesia : klasik : juga dikenal sebagai El Derbi Espanyol atau El Classic) adalah nama umum yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid.

Pertemuan mereka terjadi setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de Espana, dengan kemungkinan lain dalam Piala Super UEFA dan Final Liga Champions. Kedua klub ini adalah klub-klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.

Persaingan itu muncul dengan sejarah bahwa Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini.

Dalam pertandingan resmi yang diakui FIFA, Barcelona telah meraih 83 Trofi sedangkan Real Madrid telah meraih 84 Trofi. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid yang mewakili bangsa Spanyol dan Barcelona yang mewakili bangsa Catalan.

El Clasico pertama digelar di stadion Hippodromo Madrid pada 13 Mei 1902. Barca kala itu menang 3-1 atas Madrid. Pada partai pertama tersebut gol-gol Barcelona dicetak oleh Udo Steinburg dan dua gol Joan Gamper, gol Madrid oleh Arthur Johnson.

Pada semi final Copa del Generalisimo tahun 1942-43, Real Madrid menang dengan agregat 11-2 yang merupakan rekor gol agregat

Top Skorer El Clasico sepanjang masa dengan total 21 gol adalah Lionel Messi dari Barcelona yang memecahkan rekor jumlah gol Alfredo Di Stefano dari Real Madrid dengan 18 gol pada pertandingan El Clasico episode ke-227.

Alfonso Albeniz menjadi pemain pertama yang pindah dari Barcelona ke Real Madrid pada bulan Mei 1902. Pemain pertama yang pindah dari Real Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizzaraga pada tahun 1905 Josep Samitier (Barcelona) adalah pemain pertama yang mencetak 4 gol di el clásico pada kemenangan 5-1 di April 1926, sejak itu pemain lain pencetak quadruple adalah Ildefonso Sanudo (Madrid) menang 8-2 (1935), Marti Ventolra (Barcelona) menang 5-0 (1935), pemain lain pencetak quadruple adalah Barinaga (Madrid) menang 11-1 (1943), Eulogio Martinez (Barcelona) menang 6-1 (1957)

Benzema dari Real Madrid mencetak gol tercepat di el clásico hanya dalam 22 detik pada el clásico 10 Desember 2011, selain Benzema, Enrique Mateos dan Giovanni dari Madrid dan Francisco Carrasco dari Barca juga mencetak gol sebelum menit pertama

Michael Laudrup membawa Barca menang 5-0 di el clásico tahun 1994, dan membawa Madrid menang 5-0 di el clásico tahun 1995. Michael Laudrup juga menjadi satu-satunya pemain yang berhasil meraih 5 gelar la liga berturut-turut dengan 2 klub berbeda

Fernando Hierro (Real Madrid) adalah pemain yang paling banyak mendapat kartu dalam sejarah El Clasico dengan 18 kartu (17 kartu kuning + 1 kartu merah)

Pemain Real Madrid, Manuel Sanchís telah tampil sebanyak 43 kali dalam laga El Clasico. Jumlah ini adalah yang terbanyak dari pemain lainnya sepanjang sejarah pertemuan kedua tim sedangkan gelandang Barcelona Xavi Hernández adalah pemain masih aktif yang tampil terbanyak yaitu 41 kali dan Lionel Messi dari Barcelona adalah pemain asing yang tampil paling banyak di partai El Clasico sebanyak 29 kali

Hingga partai El Clasico yang ke-229 disemua kompetisi pada tanggal 25 Oktober 2014, Madrid masih unggul dalam hal jumlah kemenangan. Madrid menang 92 kali, sedangkan Barca menang 89 kali. Sisanya imbang sebanyak 48 kali.
Editor: Evan
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved