Berita Pangkalpinang

Sepanjang Tahun 2019 Ekonomi Global Tidak Ramah, Pertumbuhan Ekonomi Babel Positif Meskipun Melambat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika mengungkap ekonomi global semakin tidak ramah.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika beserta tamu undangan saat acara Pertemuan Tahunan BI. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika mengungkap ekonomi global sepanjang tahun 2019 semakin tidak ramah.

"Perang dagang yang meluas berdampak buruk terhadap perekonomian seluruh negara di dunia. Pada saat yang sama, digitalisasi ekonomi dan keuangan semakin semarak, dengan segala manfaat dan risikonya," ungkap Tantan dalam acara Pertemuan Tahunan BI di di Ruang Tanjung Kelayang Lantai 4 Kantor Perwakilan BI Babel, Selasa (10/12/2019).

Oleh sebab itu menurutnya Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari 3,6% pada tahun 2018 menjadi hanya 3,0% pada tahun 2019 dan 3,1% pada tahun 2020.

Pertumbuhan ekonomi AS, Tiongkok, serta di banyak negara maju dan berkembang juga melambat, sehingga fenomena ini kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya.

"Meskipun kondisi ekonomi global saat ini tidak kondusif, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik. Stabilitas ekonomi nasional terjaga dan momentum pertumbuhan masih berlanjut," kata Tantan.

Selama tiga triwulan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi mencapai masing masing sebesar 5,07%, 5,05%, dan 5,02% secara tahunan.

Berdasarkan kondisi perekonomian nasional selama tahun 2019 tersebut, maka pada tahun 2020 Bank Indonesia akan melanjutkan stance kebijakan moneter yang akomodatif.

Salah satu pelonggaran kebijakan moneter yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019 yaitu penurunan suku bunga sebanyak empat kali menjadi 5,0% serta injeksi likuiditas ke perbankan dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah menjadi 5,5%.

Kebijakan makroprudensial akomodatif juga terus ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi.

Pada tahun 2019, Bank Indonesia kembali melonggarkan ketentuan rasio Loan to Value (LTV)/ Finance to Value (FTV) rata-rata 5-10%.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved