Nelayan Bangka Selatan Resah

BREAKING NEWS: Warga Tanjung Sangkar Ancam Bakar Kapal Trawl Jika Kembali Beroperasi

Samsul juga merasa kecewa karena pelaku Trawl ini melakukan operasinya tak jauh dari bibir pantai atau berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai.

BREAKING NEWS: Warga Tanjung Sangkar Ancam Bakar Kapal Trawl Jika Kembali Beroperasi
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Samsul, Warga Desa Tanjung Sangkar Ketika Menyampaikan Pendapatnya di hadapan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan tim yang hadir 

BANGKAPOS.COM - Warga Desa Tanjung Sangkar ancam akan bertindak jika Kapal Trawl tetap beroperasi. Warga juga mengatakan, akan menyerahkan pelakunya kepada pihak kepolisian jika masih beroperasi di Perairan Tanjung Sangkar dan Kumbung.

"Ketika aparat tak mau bertindak, kami akan melakukan operasi secara sendiri termasuk membakar dan menyerahkan pelakunya kepada polisi," ujar Samsul dihadapan kerumunan warga Desa Tanjung Sangkar.

Menurut Samsul, tindakan ini akan diambilnya bersama masyarakat karena keresahan warga yang selama ini terganggu akibat adanya Trawl yang beroperasi.

Samsul juga merasa kecewa karena pelaku Trawl ini melakukan operasinya tak jauh dari bibir pantai atau berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai.

Selain itu pelaku Trawl juga kerap kali memberikan kerugian kepada nelayan tradisional khususnya Jaring Apung dan Bubu Kepiting karena selalu dirusak oleh pelaku Trawl.

"Ketika kami memasang Jaring Apung dan Bubu, jaring kami pasti selalu hilang tanpa kejelasan dan itu sangat merugikan warga," ujar Samsul.

Adapun kerugian yang diterima warga yang jaringannya kehilangan ujar Samsul yakni Rp 6 juta untuk satu jaring, belum lagi kerugian lainnya.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved