Berita Bangka Barat

Amir Dituntut 3 Tahun Penjara, Gelapkan Uang Bisnis Timah Ahon Rp 300 Juta

Ahon menyuruh saksi Siaw Men Loy Alias Men Loy mengirimkan uang sejumlah Rp300.000.000,00 ke rekening Bank BCA nomor 0410906104 atas nama terdakwa

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi
ilustrasi sidang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sidang lanjutan kasus penipuan jual beli pasir timah atas nama terdakwa Amir terus berlanjut.

Kali ini sidang beragenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejaksaan Negeri Bangka Barat, Doddy Darendra Praja, di Pengadilan Negeri Muntok, Bangka Barat, Kamis (12/12/2019)

" Perbuatan Terdakwa Amir Bin Ressa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam ketentuan Pasal 378 KUHP atau ketentuan Pasal 372 KUHP. Menuntut Saudara Amir Bin Ressa dengan pidana penjara selama tiga tahun," ujar Doddy membacakan amar tuntutannya.

Dari Sintem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari Humas Pengadilan Negeri (PN) Muntok, Yoeri, Kasus dugaan penipuan jual beli pasir timah tersebut terjadi Rabu (23/1/2019).

Kala itu terdakwa mendatangi rumah Sanpri alias Ahon di Desa Bakit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Kepada Ahon Terdakwa ingin melakukan usaha jual beli pasir timah.

Apabila mendapatkan sejumlah modal dari Ahon terdakwa menjanjikan akan mengirim pasir timah setiap minggunya ke gudang Ahon di desa Bakit.

Saksi Ahon pun yakin dan percaya dikarenakan terdakwa merupakan rekan kerja sebagai mitra usaha jual beli pasir timah sehingga saksi Ahon berkenan memberikan modal usaha kepada terdakwa.

Selanjutnya Rabu tanggal 30 Januari 2019 Ahon dihubungi terdakwa Amir. Terdakwa meminta sejumlah uang sebesar Rp300.000.000,00 untuk modal usaha jual beli pasir timah.

Tidak lama Ahon menyuruh saksi Siaw Men Loy Alias Men Loy mengirimkan uang sejumlah Rp300.000.000,00 ke rekening Bank BCA nomor 0410906104 atas nama terdakwa Amir.

Sejak menerima uang terdakwa tidak pernah mengirimkan pasir timah kepada Ahon yang dijanjikan berjalan setiap Minggunya.

Bulan Maret, Ahon menghubungi Terdakwa dan menanyakan uang modal pasir timah tersebut.

Namun terdakwa mengatakan bahwa uang modal tersebut sudah habis.

" Sidang dilanjutkan Selasa tanggal 16 November 2019 mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa," pungkas Yoeri.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved