Advertorial

Bupati Markus Serahkan Secara Simbolis Kartu JKN KIS untuk Masyarakat di Tiga Kecamatan

Bupati Bangka Barat, Markus SH, dalam dua hari terakhir, Rabu-Kamis (11-12/12), mengunjungi tiga kecamatan sekaligus

Bupati Markus Serahkan Secara Simbolis Kartu JKN KIS untuk Masyarakat di Tiga Kecamatan
Ist
Warga desa Tempilang tersenyum semringah saat menerima kartu JKN KIS dari Bupati Markus, Kamis (12/12) siang. 

Bupati Bangka Barat, Markus SH, dalam dua hari terakhir, Rabu-Kamis (11-12/12), mengunjungi tiga kecamatan sekaligus yakni kecamatan Simpang Teritip, kecamatan Kelapa, dan kecamatan Tempilang.

Kehadiran orang nomor satu di Bangka Barat itu dalam rangka menyerahkan langsung secara simbolis kartu jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS) bagi warga kurang mampu.

Di kecamatan Simpang Teritip, politisi PDI Perjuangan itu melakukan penyerahan untuk warga dari tiga desa yakni Peradong, desa Pangek, dan desa Air Nyatoh.

Bupati Markus foto bersama masyarakat yang menerima secara simbolis kartu JKN KIS.
Bupati Markus foto bersama masyarakat yang menerima secara simbolis kartu JKN KIS. (Ist)

"Penyerahan kartu JKN-KIS ini merupakan tindaklanjut program jaminan kesehatan masyarakat Bangka Barat terpadu (JKBT) yang iuran premi bulanannya dibayarkan Pemda (peserta PBI APBD-red)," kata Markus.

Menurut Markus, program JKBT ini secara keseluruhan hingga 1 Desember 2019 sudah terpenuhi kuota sebesar 19.946 jiwa. Untuk wilayah kecamatan Simpang Teritip sendiri sebesar 5.622 jiwa.

"Kartu kepesertaan yang aktif dari 1 Oktober 2019 berjumlah 1.388 KK dan 4.395 jiwa. Dimana untuk kecamatan Simpang Teritip berjumlah 603 KK dan 2.021 jiwa. Hari ini, secara simbolis saya serahkan secara langsung untuk perwakilan desa Peradong 3 KK dan 13 jiwa, desa Air Nyatoh 4 KK dan 8 jiwa, dan desa Pangek 8 KK dan 27 jiwa," jelas Markus.

Selain di Simpang Teritip, Bupati muda dan energik itu juga melakukan penyerahan untuk masyarakat desa Sinar Sari Kecamatan Kelapa, Kamis (12/12) pagi. Di desa Sinar Sari, Markus menyerahkan kartu JKN-KIS untuk 22 KK dan 55 jiwa.

"Dengan adanya kartu JKN-KIS ini, saya harap tidak ada lagi kendala bagi masyarakat yang ingin berobat saat sakit. Saya minta rumah sakit dan puskesmas melayani masyarakat pemegang kartu JKN KIS dengan baik, jangan sampai ada keluhan," tegasnya.

Markus bilang, banyaknya masyarakat Bangka Barat yang belum memiliki BPJS kesehatan membuat dirinya berinisiatif membuat program sebab jika hanya mengacu pemerintah pusat, yang mendapat kartu ini tidaklah banyak.

Foto bersama masyarakat pemerima manfaat JKN-KIS desa Sinar Sari kecamatan Kelapa
Foto bersama masyarakat pemerima manfaat JKN-KIS desa Sinar Sari kecamatan Kelapa (Ist)

"Sebab pusat itu kuotanya terbatas. Anggaran yang kita siapkan untuk 2020 sebesar lebih kurang Rp 15 miliar tapi memang masih kurang apalagi rencana akan ada kenaikan iuran BPJS," jelas dia.

Sementara di kecamatan Tempilang, Bupati Markus menyerahkan kartu JKN-KIS untuk warga dari dua desa masing-masing desa Tanjung Niur 10 KK dan desa Tempilang 5 KK. "Dari kuota sebesar 19.946 di 2019, untuk wilayah kecamatan Tempilang sebesar 2.293 jiwa," imbuhnya.

Bupati Markus saat menyerahkan secara simbolis kepada masyarakat penerima Kartu JKN KIS
Bupati Markus saat menyerahkan secara simbolis kepada masyarakat penerima Kartu JKN KIS (Ist)

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bangka Barat, Muria Indriakasih, menjelaskan setelah penyerahan kartu JKN KIS secara simbolis oleh Bupati, maka selanjutnya Dinkes Babar yang akan melakukan distribusi untuk masyarakat di Bangka Barat. (Humas Pemkab Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved