Gadis Belia Diperkosa Ayah Kandung Seminggu Sekali, Saat Hamil Pelaku Malah Lakukan Hal Gila Ini

Parahnya lagi, pelaku memaksa agar kandungan di perut anaknya digugurkan meski akhirnya tak berhasil.

Gadis Belia Diperkosa Ayah Kandung Seminggu Sekali, Saat Hamil Pelaku Malah Lakukan Hal Gila Ini
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Tim gabungan dari Resmob Polres Takalar, Resmob Polres Pangkep, dan Resmob Polda Sulsel turun ke tempat pelaku.

Hasilnya, polisi menemukan tempat persembunyian pelaku dan korban.

Mereka ditemukan di sebuah rumah kos.

Lokasinya di sekitar Kampung Pasui.

Panik anaknya hamil

Sang ayah panik anak kandungnya hamil akibat perbuatan bejatnya.

Ia lalu memutuskan untuk membawa putri kandungnya kabur ke Kabupaten Pangkep.

TT mengaku takut dibunuh jika ketahuan warga kampung soal perbuatannya.

"Saya lari, karena kalau ketahuan kita akan dibunuh orang-orang kampung," kata TT.

Akhirnya selama tiga pekan korban tinggal bersama sang ayah sebelum akhirnya ditemukan polisi.

Sempat berusaha gugurkan kandungan

Setelah tahu sang anak hamil karena perbuatannya, TT berusaha menggugurkan bayi yang ada di kandungan putrinya.

Pelaku pernah membeli obat yang diyakini bisa menggugurkan si jabang bayi.

Namun usahanya tak berhasil karena janin yang dikandung sang anak kuat dan bertahan.

Ditetapkan jadi tersangka

Satreskrim Polres Takalar , resmi menetapkan TT sebagai tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Status TT dinaikkan menjadi tersangka usai dilakukan pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Takalar.

Polisi menyampaikan jika unsur pasal persetubuhan anak di bawah umur telah terpenuhi dalam perbuatan TT.

"Iya kita sudah tetapkan tersangka. Bapaknya mengakui kalau dia hamili anaknya karena disetubuhi," kata Kasatreskrim Polres Takalar, AKP Jufri Natsir, Selasa (10/12/2019).

Perwira polisi tiga balok ini melanjutkan, TT resmi ditahan di Mapolres Takalar mulai, Selasa (10/12/2019).

Adapun persangkaan yang ditetapkan yakni Pasal 81 Ayat (1) dan (2) Jo. 76D Undang-undang RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

TT terancam hukuman pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(TribunJakarta.com/ TribunTimur.com)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta


Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved