Gubernur Bangka Belitung Bahas Pengembangan Alur Sungai Kurau Untuk Atasi Banjir.

Berbagai macam cara dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan normalisasi sungai yang akan menggunakan dana APBN

Gubernur Bangka Belitung Bahas Pengembangan Alur Sungai Kurau Untuk Atasi Banjir.
Diskominfo Babel
IST 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Setiap tahun pemukiman desa Kurau Barat yang terletak di bagian hilir sungai Kurau tergenang oleh luapan banjir. Dengan aliran debit banjir, mengakibatkan kapasitas sungai tidak dapat mengalir sampai ke muara sungai hingga meluap ke pemukiman penduduk.

Hal tersebut selain mengganggu aktivitas masyarakat, juga dapat merusak infrastruktur, dan mengganggu perekonomian yang berada di sungai Kurau. Sehingga hal ini menjadi perhatian Gubernur Erzaldi Rosman.

Dengan didampingi Kepala Dinas PUPR, Noviar Ishak, gubernur membahas pengembangan alur sungai Kurau yang di rencanakan akan dilakukan pada tahun 2020, untuk mengatasi berbagai persoalan. Pembahasan ini bertempat di rumah dinas Gubernur, yang juga melibatkan Satker PU perwakilan Bangka Belitung, pada hari Rabu (11/12/2019).

Berbagai macam cara dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan normalisasi sungai yang akan menggunakan dana APBN. Selain mengatasi banjir, upaya ini dilakukan juga untuk mempermudah mobilisasi nelayan.

Pada kawasan muara juga akan dilakukan pengerukan karena telah terjadi pendangkalan. Untuk pengerukan, gubernur Erzaldi menyarankan agar melakukan kemitraan dengan pihak ketiga.

“Pengerukan alur sungai dilakukan dengan kemitraan oleh pihak ketiga untuk memperdalam muara, yang bertujuan untuk menarik sedimen, dan kapal bisa keluar masuk setiap saat,” jelas gubernur.

Disampaikan gubernur, saat ini terdapat kurang lebih 2000 kapal nelayan yang berada di kurau yang menggantungkan nasibnya dengan melaut. Hal ini yang menjadi roda perekonomian masyarakat kurau.
Untuk itu gubernur meminta kepada Satker PU perwakilan Bangka Belitung untuk segera melakukan MOU dengan mitra untuk menggali sedimentasi, yang diperkirakan akan digali sejauh 4km pada alur sungai.

Setelah dilakukan penggalian, kemudian dipasang Jetty untuk melindungi daerah tersebut dari kerusakan yang disebabkan gelombang arus di Kurau Timur dan Kurau Barat.

Ditambahkan oleh Kepala Dinas PUPR, Noviar Ishak, selain dilakukan normalisasi tersebut, juga akan menata perkampungan Kurau yang berada di kiri dan kanan. Sehingga perkampungan kurau menjadi lebih rapih, dan tidak tampak kumuh. (Diskominfo Babel/Khalimo/Ucup)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved