Breaking News:

OPINI

Ingin UMKM Maju, Peran Pemerintah dalam Mendongkrak Kualitas dan Manajemen Usaha Harus Ditingkatkan

Saat ini ada 18 ribu UMKM di Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 70% adalah usaha mikro dan 30% merupakan usaha kecil dan menengah.

Bangka Pos
Wakil Ketua TP PKK Babel, Laksmi Dharmayanti saat mengunjungi stand UMKM Babel. 

PERAN SERTA PEMERINTAH DALAM PEMBINAAN PELAKU UMKM SANGAT DIPERLUKAN DALAM MENDONGKRAK KUALITAS DAN MANAGEMENT USAHA

Penulis : Ervira Winiati (Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung)

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga saat ini masih stagnan di kisaran 5%. Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyebutkan bahwa Indonesia dapat keluar dari jebakan kelas menengah salah satu caranya adalah dengan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun tahukah Anda jika sebenarnya UMKM di Indonesia masih belum kuat seperti yang dipersepsikan?

Direktur Megawati Institute, Arif Budimanta memaparkan bahwa struktur pelaku ekonomi Indonesia berupa UMKM adalah sebesar 99,99% dan 0,01%  berupa usaha besar. Sebesar 97% tenaga kerja di Indonesia yang berada pada skala UMKM menyumbang kontribusi sebesar 60% terhadap PDB. Kendati demikian, pembiayaan dari sektor perbankan lebih banyak didistribusikan pada pelaku usaha besar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kepulauan Bangka Belitung menyatakan bahwa saat ini ada 18 ribu UMKM di Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 70% adalah usaha mikro dan 30% merupakan usaha kecil dan menengah. UMKM mendominasi pergerakan perekonomian di Bangka Belitung.

Kebanyakan, kapasitas UMKM dalam bidang manajemen usaha masih sangat lemah, bahkan dalam hal penataan administrasi usaha dan pencatatan keuangan usaha sama sekali tidak dilakukan dengan baik.  Rendahnya manajemen UMKM menyebabkan kemampuan UMKM di pasar bebas mengalami hambatan. Ditambah lagi dengan kualitas produk yang kurang kompetitif.

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), hingga saat ini masih banyak UKM terutama usaha mikro dan kecil yang belum mampu untuk menyusun laporan keuangannya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Kondisi ini cukup memprihatinkan dikarenakan dengan menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK maka UMKM akan lebih dimudahkan, salah satunya adalah untuk mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, dengan adanya penyusunan laporan keuangan yang layak, pihak ketiga dapat memberikan kepercayaan untuk memberikan pengajuan kredit oleh pelaku usaha.

Seiring dengan mulai diizinkannya pembangunan  ritel besar di Bangka Belitung, ditambah dengan gempuran produk makanan asing yang masuk, para pelaku UMKM mengeluhkan sulitnya pemasaran. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung.

Harus diakui juga bahwa UMKM di Provinsi Bangka Belitung belum sepenuhnya melek dan sadar teknologi, sedangkan sekarang ini para pelaku UMKM harus menghadapi tantangan besar di era digitalisasi, sehingga para pelaku usaha UMKM harus mau dan mampu untuk menghadapi ketatnya persaingan di era digital.

Berkaca pada berbagai permasalahan tersebut, pemerintah tidak tinggal diam dengan membantu pelaku UMKM untuk mempercepat gerak mereka dalam mengembangkan usaha. Salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan atau pembinaan usaha terhadap UMKM di Bangka Belitung untuk meningkatkan daya saing. Pelaku usaha juga tidak pernah dipersulit dalam mengakses bantuan permodalan. Retail sendiri turut andil dalam memajukan UMKM di Bangka Belitung dengan menyediakan spot khusus untuk memasarkan produk UMKM lokal.

Melihat itu, pemerintah diharapkan agar dapat lebih menjangkau para pelaku  UMKM yang belum melakukan pembuatan laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk memberikan kemudahan terkait kegiatan promosi, dengan cara mengadakan kegiatan pameran untuk produk UMKM agar semakin dikenal masyarakat luas.

Daya dukung yang kuat dari pemerintah akan mendorong UMKM kepada sektor usaha yang menguntungkan. Hal itupun akan turut memotivasi para pelaku untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan kemajuan UMKM serta semangat bersaing secara adil. (*)

Tags
Opini
UMKM
Editor: Tomi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved