Breaking News:

Berita Sungailiat

Tahun Depan BNN Kabupaten Bangka Akan Terapkan Program IBM

Program yang dimaksud menurutnya masuk dalam konsep desa bersih dari Narkoba (Desa Bersinar).

Bangkapos.com/Fery Laskari
Konfrensi pers oleh BNN Kabupaten Bangka, Kamis (26/9/2019) di Kantor BNN Bangka yang disampaikan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bangka, Abdul Manan, Kasi Rehabilitasi Rizka Turini dan Penyidik, M Manfaluthfi Riyadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka, bakal melaksanakan program baru yang dinamakan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Kegiatan ini merupakan Program Deputi Rehabilitasi Nasional akan dilaksanakan tahun depan yakni tahun 2020. 

Program tersebut disampaikan oleh Rizka Turini, Kasi Rehabilitas BNN Kabupaten Bangka, saat jumpa pers di Kantor BNN Kabupaten Bangka, Kamis (12/12/2019).

"Yang ingin kami sampaikan bahwa Tahun 2020 ada kegiatan baru yang dinamakan IBM atau intervensi berbasis masyarakat," kata Rizka Turini, mewakili Kepala BNN Kabupaten Bangka, Eka Agustina.

Program yang dimaksud menurutnya masuk dalam konsep desa bersih dari Narkoba (Desa Bersinar). Sementara itu, pelaksanaan kegiatan IBM rencananya menggunakan anggaran Tahun 2020.

"IBM merupakan program baru Deputi Rehabilitas Tahun Anggaran 2020," katanya.

Rizka menyebutkan latar kegiatan ini dikarenakan berbagi faktor, antara lain kondisi demografi, jenis Narkoba yang digunakan maupun status Indonesia darurat Narkoba.

"Yang jelas prevalensi pengguna 1,73 persen dari penduduk usia 20-59, yaitu 3,3 Juta jiwa di  Indonesia. Sedangkan yang membutuhkan rehab 528 orang," katanya.

Anggi Pradipta, Koselor Rehabilitas BNN Kabupaten Bangka di acara yang sama, Kamis (12/12/2019) menambahkan.

Menurutnya, IBM merupakan upaya intervensi berkelanjtan terhadap penyalahguna Narkoba yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat, yaitu memanfaatkan kearipan lokal diutamakan bagi pengguna ringan dan sedang.

Bentuk kegiatan IBM antara lain dinamakan menggunakan istilah PBM yang berarti pemulihan berbasis masyarakat. Kegiatan PBM melibatkan berbagai pihak, seperti kader, karang taruna, tokoh masyarakat dan agen pemulihan.

"Manfaat IBM itu sendiri adalah untuk meningkatkan akses layanan rehab, merubah stigma masyarakat terhadap pecandu, tidak menggunakan biaya yang banyak, meningkatkan kewaspadaan atau partisipasi di masyarakat terhadap penyalah-guna Narkoba," tegas Anggi.

Sementara Abdul Manan, Kasi Pencegahan BNN Kabupaten Bangka melengkapi penjelasan Rizka Turini maupun Anggi Pradipta. Abdul Manan menyebut, berbagai kegiatan pencegahan sudah dilakukan oleh BNN Kabupaten Bangka.

Program pencegahan melibatkan berbagai pihak. Sepanjang Tahun 2019, kegiatan dipastikan terlaksana sesuai rencana.

"Yang jelas kita telah bersinergi dengan berbagai pihak, baik lintas propinsi maupun lintas kabupaten," kata Abdul Manan.(bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: Fery Laskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved