Breaking News:

Kronologi dan Motif Pembunuhan Mahasiswi dan Dikubur di Belakang Kos, Awalnya Motor Korban Rusak

Penemuan jasad korban bermula dari pencarian pihak keluarga karena korban menghilang tanpa jejak selama tiga hari.

Facebook.com/Kiki
Foto Wina Mardiani semasa hidupnya 

Kronologi dan Motif Pembunuhan Mahasiswi dan Dikubur di Belakang Kos, Awalnya Motor Korban Rusak

BANGKAPOS.COM - Jasad seorang wanita berusia 20 tahun ditemukan di belakang kamar kosnya. Sosok yang ternyata seorang asal mahasiswi ini ternyata korban pembunuhan.

Polisi mengungkap motif pembunuhan seorang mahasiswi cantik yang jasadnya terkubur di belakang kosannya.

Korban diketahui bernama Wina Mardiani (20) mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu.

Seperti dilansir Kompas.com, Wina Mardiani (20) ditemukan meninggal dunia terkubur di belakang kosannya beberapa waktu lalu.

Korban Wina Mardiani sempat dikabarkan hilang selama 3 hari hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terkubur di belakang kosannya yang berlokasi di Jalan Beringing, Kecamatan Muarabangkahulu, Kota Bengkulu.

Penemuan jasad korban bermula dari pencarian pihak keluarga karena korban menghilang tanpa jejak selama tiga hari.

Korban Wina Mardiani diduga dibunuh oleh penjaga kosannya.

Polisi pun sudah menetapkan satu orang tersangka serta mengamankan istri dari penjaga kos untuk dimintai keterangannya.

Kerja keras kepolisian mengungkap kasus pembunuhan mahasiswi cantik Wina Mardiani membuahkan hasil.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna di Mapolres Bengkulu, Rabu (11/12/2019) mengatakan, PI merupakan penjaga indekos korban di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu.

PI diduga pelaku utama dalam kasus kematian mahasiwi yang jasadnya ditemukan terkubur dibelakang kosannya tersebut.

Menurut penuturan polisi, terduga pelaku PI merasa dendam dan sakit hati karena diminta untuk memperbaiki motor korban yang rusak karena pernah ditabrak oleh pelaku.

Viral di media sosial

"Assalamualaikum Wrwb... Saya HAIDIR Wakil bupati Mukomuko dan Keluarga Besar Mantan Kepala Desa Beserta Masyarakat Mukomuko ikut merasa Kehilangan Atas Hilanganya Ananda WINA MARDIANI Binti Agus Wandi lahir pada tanggal 23 Maret 1999... Untuk Ananda Wina Semoga Bisa bertemu kembali dan Bisa Pulang berkumpul dengan Keluarganya Dalam keadaan Selamat dan Sehat..amiiiinn ya allah
Mari kita Bersama-sama berusaha membantu keluarga bapak Agus Wandi untuk selalu menyebarkan informasi kehilangan terhadap Ananda Wina. 
Untuk Ananda Wina... "Orang tua dan Keluarga sellu menanti mu Pulang"....," tulis Wakil Bupati Mukomuko, Haidir.

"inalilahi'wainalilahirojiun...selamat jalan keponakan ku wina mardiani semoga khusnul khotimah surga menantimu maaf yach win tante gak bisa pulang.

Untuk abang ku wandi semoga di beri kesabaran,dan kekuatan yg sebesar2nya..." tulis akun Kiki.

S
Suasana Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Bengkulu, tempat jasad Wina diautopsi (KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)

Sebelum terjadi kejadian pembunuhan pelaku menabrak motor korban yang terparkir di depan kosan.

Saat itu, motor korban mengalami rusak di beberapa bagian.

Korban yang tidak terima pun menuntut PI yang merupakan penajga kosannya untuk memperbaiki sepeda motor korban yang rusak.

"Sampai pada saat kejadian korban belum mendapat kepastian dari terduga pelaku ataupun istrinya untuk memperbaiki motor korban yang rusak".

"Tidak menutup kemungkinan bahwa motifnya itu karena balas dendam, atau pun karena jengkel atau sakit hati terhadap korban karena selalu ditagih-tagih terus untuk memperbaiki sepeda motor korban yang rusak," sebut Indramawan dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, keterangan itu disebutkan juga oleh istri terduga pelaku utama PI yakni TK yang saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik.

Indramawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi yakni para tetangga indekos korban diketahui bahwa korban sangat khawatir akan dimarahi orangtuanya karena sepeda motor yang baru dibeli sekitar 1 tahun itu gores.

Karena itu, korban selalu berusaha meminta PI dan istrinya TK untuk memperbaiki sepeda motor tersebut.

Sejauh ini, polisi belum memberikan kejelasan terhadap status hukum PI apakah akan dijadikan tersangka atau tidak.

Polisi hanya memastikan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus untuk memburu PI.

Polisi juga mendalami apakah pembunuhan tersebut melibatkan orang lain selain terduga pelaku utama.

Pelaku Jual Gadaikan Motor Korban

TK,  istri dari PI (29) mengakui jika suaminya yang telah membunuh Wina.

Pembunuhnan itu diakui PI saat hendak mengajak TK ke Bengkulu Utara.

Mulanya TK mengira akan diajak untuk liburan.

"Usai mengaku dengan istrinya, pelaku kabur membawa motor," kata Aldinino kepada sejumlah wartawan, Selasa (10/12/2019).

S
Polisi mengamankan tersangka penadah motor milik mahasiswi di Bengkulu yang tewas dibunuh. (KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)

Polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial WL, yang merupakan penadah motor korban.

WL menggadai motor milik Wina dari pelaku PI dengan harga Rp 1 juta.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Kusuma Trisna di Mapolres Bengkulu, Rabu (11/12/2019) mengatakan, WL ditetapkan sebagai tersangka karena ia mengetahui bahwa sepeda motor yang digadaikan oleh PI merupakan hasil dari tindak kejahatan.

WL disangkakan melanggar pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

WL saat ini ditahan di Mapolres Bengkulu untuk kepentingan penyidikan.

"WL ini menyanggupi permintaan dari terduga pelaku utama pembunuhan ini sebesar Rp 1 juta".

"Jadi istilahnya terduga pelaku ini menggadaikan sepeda motor yang ternyata milik korban pembunuhan".

"Kita sudah pastikan bahwa sepeda motor ini milik korban".

"Kami sudah cek ke Samsat bahwa nomor rangka dan nomor mesin ini sesuai dengan sepeda motor milik korban," jelas Indramawan.

Korban Diduga Sudah Terkubur 3 Hari

Jasad Wina Mardiani (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu diduga sudah terkubur tiga hari di belakang kosannya di Jalan Beringing, Kecamatan Muarabangkahulu, Kota Bengkulu, Minggu (8/12/2019).

Penemuan jasad korban bermula dari pencarian pihak keluarga karena korban menghilang tanpa jejak selama tiga hari.

Pencarian terhadap korban mulai menemukan titik terang saat ditemukan sandal korban di belakang kosan yang ditempati korban.

Kondisi belakang kosan tersebut rawa.

Selanjutnya pihak keluarga menemukan bekas galian.

Saat digali ternyata ditemukan jasad korban.

Kapolsek Muara Bangkahulu, Kompol Jauhari memperkirakan bahwa korban sudah dikubur oleh pelaku selama 3 hari.

"Melihat kondisi saat ditemukan, kami perkirakan bahwa korban ini sudah dikubur kurang lebih 3 hari lamanya," ungkap Jauhari.

Pihaknya sedang melakukan pengembangan dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menemukan pelaku pembunuhan korban.

"Akan terus kami dalami dan kumpulkan bukti-bukti dulu," tutup dia.

Polisi telah meminta keterangan sejumlah tetanga kosan korban.

Petugas menemukan sejumlah kejanggalan termasuk penjaga kosan yang menghilang sebelum ditemukan jasad Wina. (TribunnewsBogor.com/Kompas.com)

Sebagian Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Motif Pembunuhan Mahasiswi Terkubur di Belakang Kosannya Terungkap, Awalnya Motor Korban Rusak

Editor: Teddy Malaka
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved