Berita Pangkalpinang

Youtuber Babel Mulai Eksis. Dosen STMIK Atma Luhur Sebut Konten Bagus

Satu diantaranya akun youtube Kemas Pake Z, yang mengelola YouTube berkonten game online dengan subcriber hampir 5,5 juta.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dosen STMIK (Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan komputer) Atma Luhur, Hengki. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Youtuber di Bangka Belitung mulai menunjukan eksistensinya.

Bahkan sudah ada yang menghasilkan uang dari aktivitas mereka membuat konten.

Konten yang disajikan pun beranekaragam seperti komedi, game, dan kuliner.

Satu diantaranya akun youtube Kemas Pake Z, yang mengelola YouTube berkonten game online dengan subcriber hampir 5,5 juta.

Dosen STMIK (Sekolah Tinggi Managemen Informatika dan komputer) Atma Luhur, Hengki mengatakan dari segi konten sudah bagus.

"Kalau di Bangka Belitung dari yang saya lihat, jika dibandingkan dengan kota lain kita memang kalah. Konten sudah bagus, hanya dari setting ya mungkin terbatas alat belum terlalu banyak. Secara garis besar sudah berkembang pesat, walaupun subcriber belum terlalu banyak," ujar Hengki saat dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya seorang youtuber untuk meningkatkan kualitas kontennya harus banyak belajar dari orang yang lebih berpengalaman, peningkatan edit video dengan ikut pelatihan dan peningkatan kualitas alat serta kreativitas.

"Edit video saya rasa untuk konten komedi sudah bagus ya, tetapi untuk beberapa konten mungkin kecerahan masih kurang," katanya.

Ia mengatakan bahwa menjadi youtuber di era digital seperti ini sangat menjanjikan.

Bila sudah memiliki subcriber hingga 25 - 35 ribu sudah mendapat penghasilan yang lumayan, selain itu penghitungan penghasilan juga dari lama durasi konten tersebut juga.

"Alumni kita juga ada yang jadi youtuber, kita juga ada beberapa mata kuliah yang mengarah kearah video dan pembuatan konten," ungkat Hengki.

Ia memberikan saran agar menghasilkan konten yang baik dengan memperbaiki pengolahan edit video, bahasa Bangka yang digunakan diselipkan dengan subtitel bahasa Indonesia agar bisa nasional dan jangan pantang menyerah.

"Jangan cepat menyerah bila penontonnya sedikit karena buat konten seperti itu perlu efek yang lumayan lama bisa berbulan -bulan atau bahkan bertahun," tuturnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved