Berita Pangkalpinang

Butuh 4 Unit Pompa Atasi Banjir, Pemkot Pangkalpinang Baru Mampu Siapkan 2 Unit

Ini dilakukan untuk mengurangi debit air yang tergenang. Pompa air yang dibutuhkan sebanyak empat unit.

Butuh 4 Unit Pompa Atasi Banjir, Pemkot Pangkalpinang Baru Mampu Siapkan 2 Unit
Bangkapos/Irakurniati
Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pemerintah Kota Pangkalpinang mengatasi banjir di beberapa titik yang menjadi langganan melakukan dengan berbagai skema. Mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, menuturkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggunakan pompa air.

Ini dilakukan untuk mengurangi debit air yang tergenang. Pompa air yang dibutuhkan sebanyak empat unit.

Akan dikerahkan di empat kawasan yang menjadi titik genangan yakni Gedung Nasional, Rejosari, Bintang dan Opas. Sayangnya, kata Molen, anggaran terbatas sehingga hanya dapat membeli dua unit saja.

"kawasan yang banjir seperti di Gedung Nasional itu konstur daerahnya cekungan, banjir itu sudah sejak lama. Tapi kami coba untuk mengurangi lah. Maksimal beli pompa dua karena terbatas anggaran, tapi bisa pindah-pindah pemakaiannya," kata Molen, Rabu (18/12/2019).

Sementara untuk jangka menengah akan dipasang biopori yang dapat menyerap genangan air. Pihaknya juga akan memfokuskan pada perbaikan kolong retensi dan dijangka panjang memperbaiki jembatan yang mengganggu aliran air.

Molen menargetkan ditahun 2022 banjir setidaknya dapat dikurangi dengan skema yang dilakukan tersebut.

Namun tidak dipungkiri, permasalahan banjir bukan hanya disebabkan karena kondisi wilayah yang cekung tetapi ulah manusia yang melakukan tambang ilegal sehingga menyebabkan sedimentasi atau pendangkalan.

Dia menyebut, kerap melakukan penindakan melalui aparat penegak perda, namun oknum penambang tetap kucing-kucingan melakukan aktivitas ilegal tersebut.

"kami tau mereka juga mau cari makan, tapi dengan aktivitas ilegal tersebut kasihan masyarakat banyak yang dampaknya terkena banjir. Saya minta tolong penambang ilegal memikirkan ini juga," ucapnya.

Lanjutnya, pasca banjir juga pihaknya memberikan bantuan pangan melalui Dinas Sosial kepada korban yang terdampak.

Molen mengakui, Kelurahan, Kecamatan dan OPD terkait sudah dipersiapkan untuk penanganan banjir ini, baik sebelum kejadian hingga setelahnya.  (bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved