Advertorial

Gubernur Erzaldi : Produktivitas Petani adalah Kunci Hadapi Persaingan

Saat ini harga komoditas produk perkebunan di pasar dunia sedang mengalami penurunan, seperti kelapa sawit, karet, dan lada.

Gubernur Erzaldi : Produktivitas Petani adalah Kunci Hadapi Persaingan
Diskominfo Babel
Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama istri tercinta saat melakukan kunjungan ke sawah di Desa Pusuk 

BANGKAPOS.COM--Salah satu tantangan yang dihadapi oleh komoditas produk pertanian adalah naik-turunnya harga komoditas pertanian atau perkebunan di pasaran dunia. Ada dua hal yang menjadi kunci persaingan di bidang pertanian dan perkebunan yaitu kualitas dan produktivitas.

Hal ini disadari betul oleh Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman. Saat ini harga komoditas produk perkebunan di pasar dunia sedang mengalami penurunan, seperti kelapa sawit, karet, dan lada. Padahal produk-produk perkebunan tersebut menjadi andalan petani-petani di Bangka Belitung.

“Stabilitas harga produk atau komoditas perkebunan sangat ditentukan oleh harga di pasar dunia. Misalnya, saat ini memang harga lada sedang mengalami penurunan, ini tidak hanya terjadi di Bangka Belitung saja, tetapi juga dihadapi oleh petani lada di berbagai negara. Misalnya saja petani dari Vietnam juga menhadapi masalah ini juga yaitu harga sedang turun,” Jelas Erzaldi (18/12/19).

Informasi dari kantor berita Antara menyebutkan bahwa sampai akhir tahun ini 2019 harga lada di pasar dunia masih terus turun. Harga lada dunia terus turun dari sempat Rp 120 ribu per kg tahun 2017 hingga sekarang dibawah Rp 50 ribu per kg . Hal ini tentu saja sangat menekan dan memberatkan para petani di negara-negara penghasil utama lada dunia, seperti Srilangka, Vietnam, dan Indonesia.  Antara juga menyebutkan bahwa turunnya harga ini salah satunya disebabkan oleh produksi dunia yang meningkat sekitar 7% sementara konsumsi cenderung belum naik signifikan.

Produktivitas adalah kuncinya

Menghadapi situasi harga dunia yang sedang turun ini, Gubernur Erzaldi minta semua pihak khususnya para petani tidak berputus asa. Gubernur Erzaldi minta para petani terus bekerjasama dengan pemerintah daerah guna memperkuat kapasitas petani untuk meningkatkan produktivitas para petani.

Gubernur Erzaldi Rosman menekankan bahwa produktivitas petani menjadi kuncinya karena dengan tingkat harga yang sama, maka petani dengan produktivitas tinggi akan mendapatkan hasil lebih baik daripada petani yang produktivitasnya rendah.

“Kita pakai perumpamaan begini, petani lada di Vietnam hasil per hektarnya 3 ton, sedangkan petani kita 500 kg per hektar. Dengan harga per kg yang sama-sama Rp 50.000 maka petani di Vietnam akan mendapatkan hasil Rp 150 juta per hektar sementara petani kita baru mendapat Rp 25 juta. Itu gambaran yang mudah mengapa saat ini kuncinya adalah meningkatkan produktivitas petani di Bangka Belitung,” Erzaldi menjelaskan.

Pemprov Bangka Belitung juga berkomitmen untuk membantu para petani meningkatkan produktivitasnya.

Di antaranya dengan memberikan bantuan bibit berkualitas kepada petani, bantuan pupuk, dan junjung (ajir) hidup agar tinggi rambatan lada bisa mencapai lebih dari 10 meter sebagaimana di negara Vietnam sehingga produktivitas petani akan naik karena cost berkurang atau biaya ditekan dengan adanya bantuan dari Pemprov ini.

“Kami selaku Pemerintah Provinsi tentu membantu para petani untuk meningkatkan produktivitasnya melalui pemberian bibit gratis, junjung hidup, dan pupuk 2,5 kg per batang kan membuat cost atau biaya para petani berkurang dan harapannya ke depan produktivitas petani lada di babel ini bisa naik. Mengenai junjung 13 meter ini kan di Babel juga sudah dimulai, tapi kan baru berjalan 2 tahun ini jadi belum bisa tahun ini tapi bertahaplah, logikanya nanti semakin lama junjung makin tinggi dan lada akan mengikuti tinggi junjung tersebut, makin tinggi maka produktivitasnya juga makin besar,” lanjut Gubernur Erzaldi.

Meski harga komoditas perkebunan seperti lada sedang turun, Erzaldi tetap meminta para petani bersabar dan terus bekerja bersama Pemprov untuk fokus menaikkan produktivitas perkebunan karena nanti jika harga sudah naik sesuai yang diharapkan maka para petani juga yang akan menikmati hasilnya.

“Jadi kita jangan berputus asa, saya berharap para pekebun lada tetap sabar dan bersemangat saat harga turun seperti sekarang. Kita fokus bekerjasama meningkatkan produktivitas perkebunan kita jadi nanti pas harga sudah naik sesuai harapan, petani Bangka Belitung juga yang menikmati hasilnya,” tutup Gubernur Erzaldi.
 

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved