Berita Pangkalpinang

Molen Ngaku Lagi Stress, Setiap Mendung dan Hujan Naik Sepeda Sendirian ke Tempat Ini

Banjir tetap senyum. Saya buat itu, untuk menggelorakan semangat biar bertambah semangat dalam segala hal

Molen Ngaku Lagi Stress, Setiap Mendung dan Hujan Naik Sepeda Sendirian ke Tempat Ini
Bangkapos/Irakurniati
Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, akui dirinya stress memikirkan beberapa titik wilayah di Kota Pangkalpinang yang kerap menjadi langganan banjir.

Molen mengaku selalu kepikiran mencari solusi mengatasi banjir dengan skema terbaik.

"Iya, jujur setiap mendung dan hujan mulai turun saya langsung pergi pakai sepeda atau mobil sendirian tanpa pengawalan melihat debit air di sungai Rangkui," ucap Molen, wajahnya tidak sesemangat seperti biasanya, Rabu (18/12/2019).

Dia menyadari, resiko sebagai walikota harus siap dicaci maki, dihujat maupun kritik terhadap persoalan yang menimpa masyarakat.

Molen menyebut, setiap saat selalu memikirkan skema terbaik mengatasi banjir dari jangka pendek, menengah hingga panjang.

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (kanan), saat meninjau banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (kanan), saat meninjau banjir di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam (Ist/Ajudan Walikota Pangkalpinang)

Apalagi keterbatasan anggaran dan sumber daya manusianya membuat Molen harus putar otak mempersiapkannya.

"Kalau hujan mulai turun saya langsung cek ke lapangan. Apalagi debit air meningkat saya langsung kirim digrup whatsapp ke semua OPD untuk waspada hujan turun, air laut pasang, kiriman air dari kabupaten. Semuanya harus bergerak," ujarnya.

Bahkan, kondisi ini membuat tidurnya tidak nyenyak. Molen menuturkan, tadi malam hujan turun kembali namun intensitasnya ringan sehingga tidak begitu membuatnya khawatir debit air akan meningkat.

"tadi malam jam 01.00 saya tunggu hujan itu, tapi alhamdulillah tidak deras, baru saya lega dan bisa tidur," ucapnya.

Disinggung mengenai jargon kota beribu senyuman yang sering diolok-olok saat banjir, kata Molen slogan tersebut dibuat untuk menggedorkan semangat bagi masyarakat Pangkalpinang.

Semangat, menurutnya menunjukkan ada harapan. Termasuk saat banjir jangan saling menyalahkan dan Molen mengajak seluruh masyarakat bahu membahu mengatasi permasalahan ini, dimulai dari hal kecil seperti sampah tidak lagi menyumbat saluran air.

"Bukan dalam artian tidak ada duit, tetap senyum. Banjir tetap senyum. Saya buat itu, untuk menggelorakan semangat biar bertambah semangat dalam segala hal. Banjir bukan hanya daerah kita saja, tapi ayo kita hadapi dan saya berikhtiar dan siap kerja keras," sebutnya.
(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved