Berita Pangkalpinang

Soal BBM Subsidi, Rina Tarol: Untuk Rakyat Miskin, Bukan untuk Pengerit Dijual ke Tambang Ilegal

perlu dilakukan penertiban oleh aparat untuk menertibkan tambang ilegal, agar para pengerit ini tidak lagi melakukan pengeritan BBM bersubsidi.

Soal BBM Subsidi, Rina Tarol: Untuk Rakyat Miskin, Bukan untuk Pengerit Dijual ke Tambang Ilegal
Ist
ilustrasi: SPBU Dipenuhi pengerit BBM 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung Rina Tarol, menilai BBM subsidi merupakan hak untuk warga miskin, bukan untuk pengerit yang menjual minyak tersebut ke pelaku tambang ilegal.

Menurutnya perlu dilakukan penertiban oleh aparat untuk menertibkan tambang ilegal, agar para pengerit ini tidak lagi melakukan pengeritan BBM bersubsidi.

"Kita tidak serta merta bisa mencabut (Fuel Card) karena ada satu orang sampai 100 liter mengisi BBM bersubsidi, kasihan masyarakat kita yang membutuhkan BBM, karena subsidi bukan untuk sekelompok orang yang senang, tapi masyarakat mati, jadi solusinya duduk bersama, kouta saja di tambah dari 20 liter menjadi 50 liter, tetapi dicari teknisnya bagaimana,"ungkap Rina kepada wartawan, Rabu (18/13/2019).

Rina juga menegaskan bahwa praktek pengerit tidak dibenarkan, karena BBM subsidi yang selama ini dijual di SPBU diperuntukan untuk masyarakat miskin, bukan pengerit.

"Nanti keputusanya bagaimana pak Gubermur karena ini suatu dilema, satu sisi masyarakat butuh, tetapi BBM subsidi ini untuk dikhususkan masyarakat tidak mampu bukan pengerit,"tegasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan kepala daerah dan aparat kepolisian untuk menertibkan tambang ilegal agar tidak ada lagi aktivitas pengeritan di SPBU yang mengambil BBM bersubsidi.

"Mari tertibkan tambang ilegal, karena tanpa tambang ilegal, pengerit tidak akan membeli BBM bersibsidi, kalau mereka mengeluh persoalan pajak mati lakukan pemutihan, kalau mereka tidak mau urus buka salah kita lagi, salah mereka, ini bukan untuk sekelompok orang saja tetapi semua masyarakat,"tegasnya.

Selain itu, terkait dugaan ada atau tidaknya oknum aparat bermain dalam pengeritan ia meminta bukti itu disampaikan dan dilaporkan saja kepada Kapolda Bangka Belitung agar bisa dilakukan penindakan.

"Kita sudah laporkan ke Kapolda, bila oknum pengerit dibelakangnya ada aparat, tapi tidak ada buktinya, tolong kalau ada di foto sampaikan ke Kapolda oknum yang nakal-nakal begini ,sudah cukuplah kita, mari bagi ke masyarakat,"tukasnya (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved