Berita Pangkalpinang

Istilah Damai Dalam Kasus Hukum, Ini Penjelasan Darwance Dosen Universitas Bangka Belitung

Proses ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap perkembangan psikologi dan masa depan seorang anak, baik posisinya sebagai korban

Istilah Damai Dalam Kasus Hukum, Ini Penjelasan Darwance Dosen Universitas Bangka Belitung
IST
Darwance Dosen Hukum Fakultas Hukum UBB 

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung: Darwance, SH., MH.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Istilah damai memang sering kita dengar dalam beberapa kasus. Istilah ini dikenal juga dengan sebutan mediasi penal.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Proses ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap perkembangan psikologi dan masa depan seorang anak, baik posisinya sebagai korban ataupun pelaku.

Itu artinya upaya damai dalam konteks ini lebih prioritas dibandingkan jika umpamanya harus menyelesaikan melalui jalur pengadilan. Hanya saja, ini relevan dalam kasus anak yang sifatnya konflik antar personal.

Lalu bagaimana dengan kasus perdamaian pasca insiden razia tambang illegal di Sijuk Belitung?

Sebelumnya, ada beberapa hal yang harus kita pahami terlebih dahulu, satu diantaranya adalah soal apa yang menjadi tujuan hukum itu sendiri.

Hukum memiliki tiga tujuan, yakni keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Ketiga hal ini penting dijadikan sebagai perspektif untuk melihat kasus perdamaian pasca insiden razia tambang illegal di Sijuk Belitung.

Aspek keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan tentu dalam ranah publik atau hukum pidana tidak sebatas mempertimbangkan dari sisi Wakil Gubernur, Satpol PP atau pelaku tambang ilegal.

Apalagi, Wakil Gubernur adalah representasi dari wakil pemerintah pusat di daerah yang bertindak dengan kewenangan yang melekat padanya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved