Berita Sungailiat

Polman Babel Keluhkan Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Masuk Kampus

karena sejak dulu masyarakat Komplek Nangnung Sungailiat dan sekitarnya memang membuang sampah di TPS itu.

Polman Babel Keluhkan Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Masuk Kampus
Bangkapos.com/Edwardi
Sampah terlihat menumpuk di luar kontainer sampah yang berada di pinggir jalan masuk kampus Polman Babel di Komplek Nangnung Sungailiat.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Civitas akademika Polman Negeri Bangka Belitung dan masyarakat sekitar mengeluhkan lokasi tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang berada di pinggir jalan masuk kampus Polman Babel sering terlihat menumpuk bahkan meluber ke jalan.

Kondisi ini memang sudah berlangsung lama, karena sejak dulu masyarakat Komplek Nangnung Sungailiat dan sekitarnya memang membuang sampah di TPS itu.

"Kondisi jalan itu satu-satunya jalan masuk Polman Babel dipenuhi dengan sampah. Sudah beberapa tamu yang datang ikut komplain ke kami. Kamipun sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup namun belum ada solusinya," kata Olan Romdani,Bagian Humas Polman Babel, Kamis (19/12/2019).

Olan berharap TPS sementara itu dipindahkan lokasinya ke tempat yang lain.

"Tumpukan sampah itu pas berada dipinggir jalan dan mengganggu pemandangan serta menimbulkan bau , selain itu menimbulkan kesan kumuh," ujar Olan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Meinalina melalui Kabid Pengelolaan Persampahan, Jubaidi mengatakan persoalan ini sebelumnya sudah diadakan rapat bersama pihak-pihak terkait untuk mencarikan solusi, termasuk pihak Polman juga diundang.

"Memang dari hasil rapat belum menemukan solusi dimana tempat lain untuk menampung TPS sementara di kawasan itu, masyarakat sudah sejak dulu membuang sampah sementara di lokasi itu," kata Jubaidi.

Diakui Juhaidi, saat ini sangatlah sulit untuk mencari lokasi TPS sementara yang baru di kawasan itu, karena kebanyakan masyarakat tidak bersedia tanahnya dijadikan lokasi penampungan sampah sementara.

"Kita juga sudah mengajak Lurah,Kaling setempat untuk rapat mencari solusinya namun hingga saat ini belum menemukan solusinya," imbuh Juhaidi. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved