Berita Bangka Tengah

Ini Solusi yang Ditawarkan Dinas Perikanan Bangka Tengah Saat Nelayan Paceklik di Musim Barat

Taufik mengatakan jika road map dari KKP adalah menyebar benih ikan air tawar di beberapa kolong

Ini Solusi yang Ditawarkan Dinas Perikanan Bangka Tengah Saat Nelayan Paceklik di Musim Barat
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Taufik 

Ini Solusi yang Ditawarkan Dinas Perikanan Bangka Tengah Saat Nelayan Paceklik di Musim Barat

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Beberapa minggu ini Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) hampir setiap hari selalu hujan, sebagai pertanda bahwa di akhir tahun ini musim hujan telah tiba.

Mengingat di Kabupaten Bateng ada sekitar 4.000 warga yang berprofesi sebagai nelayan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bateng Taufik mengatakan jika  musim hujan atau lebih dikenal sebagai musim barat para nelayan memang sedikit yang melaut. Kondisi ini terjadi karena ombak yang tinggi.

"Sebentar lagi kan musim barat, nah biasanya kalau musim barat produksi memang cenderung berkurang,"  kata Taufik, Jumat (20/12) di ruang kerjanya.

Ia menilai, produksi tangkapam hasil laut para nelayan di musim barat yang biasanya berlangsung selama tiga bulan, akan berkurang hingga 50 persen.

Oleh karena itulah ia mengatakan Bupati Bangka Tengah (Bateng) Ibnu Saleh sudah meminta agar Dinas Perikanan Bateng segera mencari solusi di musim paceklik para nelayan ini.

Setelah mendapatkan amanah dari bupati, dinas perikanan pada pekan lalu menemui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menerima arahan terkait hal ini.

Kolam ikan
Kolam ikan (Bangka Pos)

Taufik mengatakan jika road map dari KKP adalah menyebar benih ikan air tawar di beberapa kolong, agar pada saat musim barat tiba para nelayan bisa tetap mendapatkan penghasilan yang maksimal dengan cara memanen ikan air tawar di kolong tersebut.

"Jadi selama musim barat, para nelayan tadi bisa berbudidaya ikan air tawar di kolong, sehingga kita bisa menangani masa paceklik itu," tegasnya.

Sabtu (21/12/2019) nanti rencananya dinas perikanan akan bergerak cepat untuk mensosialisasikan program ini, dimulai dengan sosialisasi ke nelayan di Pulau Semujur.

Program ini juga dimaksudkan untuk mendorong nelayan memiliki usaha sampingan yang berbasis budidaya, dan ini sudah mulai dikembangkan di Kecamatan Sungaiselan dengan budidaya kerang darah, dan budidaya ikan bandeng di Lubuk Lingkuk.

"Kedepan yang lagi kita prospek adalah budidaya tripang, kita lagi cari tekniknya," pungkasnya. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved